Edukasi Pengendalian Hipertensi FK ULM di Desa Sungai Cuka

Banjarmasin – Tim Dosen Fakultas Kedokteran Universitas Lambung Mangkurat (FK ULM) yang diketuai oleh dr. H. Mohammad Bakhriansyah, M.Kes, M.Med.Ed, M. Sc., Ph.D melalui Program Dosen Wajib Mengabdi menggagas kegiatan GIAT CERDIK sebagai upaya pengendalian hipertensi di Desa Sungai Cuka. Sebagai bentuk dari implementasi salah satu dari Tridharma Perguruan Tinggi, yaitu Pengabdian Kepada Masyaraka. Kegiatan GIAT CERDIK memiliki tujuan yang sejalan dengan Tridharma Perguruan Tinggi, dimana Desa Sungai Cuka sebagai Desa terpilih. Kegiatan GIAT CERDIK tidak hanya melibatkan Dosen saja, akan tetapi juga berkolaborasi dengan mahasiswa dari Program Studi Kesehatan Masyarakat FK ULM, yaitu Kelompok 17 Praktek Belajar Lapangan. Salah satu rangkaian dari kegiatan pemberdayaan masyarakat dilaksanakan dalam rangkaian Program Keris P2SE, yaitu Program Pembentukan Kader, Pojok Edukasi, Senam Pagi, dan Edukasi untuk Pengendalian Hipertensi di Desa Sungai Cuka.

Hipertensi atau yang umum dikenal oleh massyarakat awam dengan sebutan tekanan darah tinggi merupakan suatu kondisi tubuh yang mana pada pembuluh darah mengalami peningkatan tekanan secara terus-menerus. Menurut Joint National Committee on Detection, Evaluation and Treatment of High Blood Pressure (JNC) hipertensi ditandai dengan tekanan darah yang lebih tinggi dari 140/90 mmHg (tekanan darah sistole/diastole) serta diklasifikasikan sesuai derajat keparahannya. Hipertensi juga sering disebut sebagai silent killer karena termasuk penyakit yang mematikan. Tingkat keganasan penyakit yang diakibatkan hipertensi sangat tinggi seperti penyakit jantung, stroke, gagal ginjal dan lain-lain, juga menimbulkan kecacatan parmanen dan kematian mendadak.

Menurut World Health Organization (WHO) dan the International Society of Hypertension, saat ini terdapat 600 juta penderita hipertensi di seluruh dunia dan 3 juta di antaranya meninggal setiap tahunnya. Di seluruh dunia, hipertensi mengakibatkan kurang lebih 7,5 juta kematian dari 12,8% total kematian secara keseluruhan. Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar tahun 2013, prevalensi hipertensi di Indonesia sebesar 25,8% dan Kalimantan Selatan berada di peringkat kedua dengan prevalensi hipertensi sebesar 30,8%. Sedangkan pada Riset Kesehatan Dasar tahun 2018 yang dilakukan pada penduduk usia 18 tahun, Kalimantan Selatan memiliki kasus tertinggi, yaitu sebesar 44.1%.

Di wilayah kerja Puskesmas Satui yang berada di Desa Sungai Cuka, hipertensi masuk dalam 3 (tiga) besar penyakit terbanyak diderita oleh masyarakat Desa Sungai Cuka. Salah satu pemicu dari tingginya angka hipertensi di Desa Sungai Cuka adalah lingkungan, yang mana Desa Sungai Cuka berada di pesisir pantai sehingga hasil tangkapan nelayan yang melimpah seringkali dijadikan makanan fermentasi berkadar garam tinggi yang gemar dikonsumsi oleh masyarakat Desa Sungai Cuka, padahal hal tersbeut menjadi salah satu faktor risiko terjadinya hipertensi.

Dilatarbelakangi oleh fenomena tersebut, maka dilaksanakan kegiatan Pengabdian Masyarakat dengan harapan rangkaian kegiatan Pengabdian Masyarakat ini dapat menjadi salah satu upaya pengendalian hipertensi di Desa Sungai Cuka. Kegiatan Pengabdian Masyarakat GIAT CERDIK di Desa Sungai Cuka dilaksanakan dalam metode penyuluhan. Penyuluhan yang dilakukan menyelipkan pesan edukasi tentang serba-serbi hipertensi serta cara pencegahannya, yang disampaikan dalam acara yang berlangsung pada hari Sabtu Tanggal 30 Juli 2022. Kegiatan penyuluhan dilakukan di Posyandu Desa Sungai Cuka dan dihadiri oleh 40 orang peserta yang terdiri dari masyarakat Desa Sungai Cuka itu sendiri. Penyuluhan berlangsung informatif karena selain mengedukasi masyarakat tentang hipertensi dan cara pencegahannya, diselipkan pula materi edukasi tentang tanaman yang berkhasiat sebagai obat antihipertensi serta olahan pangan hasil laut yang sehat dan bergizi sebagai salah satu upaya pengendalian hipertensi. Tidak hanya itu, kegiatan penyuluhan juga dibarengi praktik secara langsung pengolahan pangan hasil laut yang sehat dan bergizi, yaitu praktik pembuatan nugget ikan sesuai dengan standar gizi yang dibutuhkan. 

“GIAT CERDIK merupakan salah satu bentuk dari pengabdian masyarakat dalam upaya pengendalian hipertensi di Desa Sungai Cuka. Selain edukasi mengenai hipertensi dan pencegahannya, kami juga menyisipkan edukasi tentang tanaman yang berkhasiat sebagai obat antihipertensi serta olahan pangan hasil laut yang sehat dan bergizi sebagai salah satu upaya pengendalian hipertensi. Kami juga lakukan praktik langsung pembuatan nugget ikan sebagai alternatif olahan hasil laut yang tidak mengandung tinggi garam dan tentunya lebih sehat untuk dikonsumsi”, imbuh Ayu Riana Sari selaku perwakilan tim dosen.

Kegiatan GIAT CERDIK, yaitu Penyuluhan kepada Masyarakat Desa Sungai Cuka tentang Hipertensi dan Pencegahan Hipertensi.

Rangkaian kegiatan ini dilaksanakan selama 3 (tiga) hari dan ditutup dengan kegiatan senam pagi dengan gerakan senam hipertensi dengan bersumber pada Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, di hari Minggu tanggal 31 Juli 2022. Selain itu, kegiatan yang telah dilakukan juga akan terus dilakukan follow up mengenai kondisi kesehatan masyarakat di Desa Sungai Cuka, khususnya melakukan kontrol tekanan darah yang akan dilakukan oleh para kader kesehatan terlatih yang telah dibekali sebelumnya. 

“Saya menaruh harapan besar terhadap kegiatan-kegiatan yang berdampak positif seperti ini yang tentunya akan terus memiliki nilai yang sangat bermanfaat bagi masyarakat di Desa Sungai Cuka. Dengan adanya pengabdian masyarakat oleh tim dosen dan mahasiswa dari Kesehatan Masyarakat FK ULM membuat kami sebagai masyarakat lebih menyadari akan pentingnya pencegahan dan pengendalian hipertensi di Desa kami. Semoga kedepannya kegiatan ni akan terus berjalan dengan baik”, tutur Nor Herma selaku kader kesehatan di Desa Sungai Cuka. (Rin/Dia).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *