PSKM FK ULM berkolaborasi dengan Farmasi FMIPA ULM pada kegiatan pengabdian masyarakat

Tim pelaksana pengabdian kepada masyarakat PSKM FK dan Ps Farmasi FMIPA ULM

Program Studi Kesehatan Masyarakat FK ULM, Banjarbaru (13/09/2021) – Penyehatan lingkungan merupakan sebuah upaya agar dapat tercapai kondisi lingkungan yang bersih, sehat, nyaman dan aman serta terhindar dari gangguan berbagai macam penyakit. Hal tersebut juga menjadi salah satu fokus dalam pelaksanaan tridharma perguruan tinggi dari Program Studi Kesehatan Masyarakat Fakultas (PSKM) Kedokteran (FK) dan Program Studi Farmasi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) ULM. Melalui tim yang diketuai oleh Lenie Marlinae, SKM., MKL dari PSKM, didampingi oleh Nasrhul Wathan, S.Far., M.Farm., Apt dari Program Studi Farmasi dan dibantu oleh Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kota Banjarbaru serta UPT Penyuluh Pertanian Kecamatan Cempaka dibawah pimpinan Misda Yuliana, SP hadir melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan mengusung tema “Edukasi dan Praktik Pengelolaan Limbah Peternakan Guna Penyehatan Lingkungan”

Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan pada Kamis, 2 September 2021 bertempat di Jabal Diamond Riding Horse, peternakan kuda pertama yang ada di Kota Banjarbaru, dan dilaksanakan secara luring dengan penerapan protokol kesehatan ketat. Kegiatan diawali dengan pemaparan materi terkait pentingnya kesehatan lingkungan dan tentang kesehatan hewan. Tidak berhenti disana, tim pengabdian kepada masyarakat juga turut melaksanakan praktik dan pelatihan mengenai pengolahan pupuk organik dari sisa peternakan dan penanaman Tanaman Obat Keluarga (TOGA) dengan pupuk alami sebagai salah satu output yang dapat dikembangkan dari hasil olahan limbah tersebut.

Praktik pengolahan pupuk dari limbah biologis peternakan

Kolaborasi 2 program studi ini mengingatkan kembali kepada kita pentingnya upaya penyehatan lingkungan dan pemanfaatan limbah sisa untuk diberdayakan, khususnya di peternakan yang dalam aktivitas kesehariannya cukup banyak menghasilkan limbah biologis.  “Sangat penting bagi kita untuk memahami bahwa limbah biologis hasil dari kegiatan di peternakan kuda ini salah satunya berupa limbah padat (feses) hewan kuda yang ternyata yang bisa diolah menjadi pupuk organik tentunya dapat dimanfaatkan serta bernilai ekonomis” ujar ketua tim pengabdian, Lenie Marlinae, SKM., MKL. Beliau juga berharap sinergistias kegiatan ini akan terus berlanjut dan berkembang serta akan lebih banyak lagi interaksi akademisi, masyarakat kelompok binaan dan stakeholder terkait yang terlibat aktif  untuk menjadi bagian dari upaya bersama kepedulian terhadap kesehatan lingkungan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *