Sosialisasi Pengisian KRS Mahasiswa Lolos Magang MBKM KEMENDIKBUDRISTEK

Banjarbaru – Program Studi Kesehatan Masyarakat (PSKM), Senin (15/08/2022) melaksanakan kegiatan Sosialisasi KRS MBKM secara daring. Kegiatan tersebut mengundang Bapak Untung Simpati Bimantara selaku salah satu pengelola MBKM di tingkat Universitas Lambung Mangkurat. Acara yang dipimpin oleh Ibu Hadrianti H. D. Lasari., SKM., MPH tersebut dilaksanakan pada pukul 10.00-12.15 WITA. Kegiatan tersebut turut dihadiri mahasiswa/i Program Studi Kesehatan Masyarakat yang lolos MBKM Batch 3, yaitu Didan Rahadiyan Ridhoilahi dari peminatan Epidemiologi, Rani Merlinda Saragih dari peminatan K3, dan Indira Shafa Widiana dari peminatan AKK.

Dokumentasi Sosialisasi KRS MBKM

Merdeka Belajar-Kampus Merdeka (MBKM) sendiri merupakan program yang dicanangkan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia. Terobosan baru dari Bapak Nadiem Anwar Makarim, B.A., M.B.A. tersebut bertujuan memberikan kesempaatan bagi mahasiswa/i untuk mengasah kemampuan sesuai bakat dan minat dengan terjun langsung ke dunia kerja sebagai persiapan karier masa depan. Program ini disebut sebagai program persiapan karier yang komprehensif untuk mempersiapkan generasi terbaik Indonesia. Satu dari delapan program MBKM adalah Magang.

Magang MBKM dapat diikuti oleh mahasiswa yang telah menempuh minimal semester 5. Dengan mengikuti program tersebut mahasiswa/i akan mendapatkan konversi 20 sks, uang saku, pengalaman bekerja pada mitra hingga memperluas relasi yang penting untuk karir mahasiswa. Banyaknya benefit yang ditawarkan membuat jutaan mahasiswa/i Indonesia berlomba-lomba mendaftar program tersebut. Namun, persaingan sangatlah ketat untuk dapat magang pada mitra berkualitas Kemendikbudristek. Hanya kurang lebih 27.000 mahasiswa dari seluruh Indonesia yang lolos mengikuti program tersebut. 

Program Studi Kesehatan Masyarakat yang mendukung program tersebut memberikan pengarahan kepada mahasiswa/i yang lolos MBKM Batch 3 melalui Kegiatan Sosialisasi KRS MBKM. Pak Untung memaparkan “MBKM bisa dikonversi pada mata kuliah dari semester 1 sampai 8, yang penting memenuhi 20 sks. Kalau memang mata kuliah sudah diambil sebelumnya, biasanya diberikan nilai yang paling tinggi”. Adapun mata kuliah yang dikonversi dapat dipilih berdasarkan kebijakan program studi masing-masing mahasiswa. “Proses pengisian KRS di luar masa pengisian tidak masalah apabila mata kuliah yang diambil full dikonversi, tetapi kalau ada yang regular mungkin masalahnya disitu. Prosedurnya program studi dapat bersurat ke pihak yang berwenang dalam pengurusan hal tersebut.” jawab Pak Untung saat ditanya mengenai proses KRS di luar jadwal yang telah ditetapkan.

Pemateri dalam sosialisasi tersebut menyebutkan dalam pengisian KRS MBKM, mahasiswa diperbolehkan mengambil 20 sks pada KRS kampus merdeka dan maksimal 4 sks pada KRS regular. Pengisian KRS Kampus Merdeka dilakukan oleh admin prodi. Sedangkan KRS Reguler dilakukan oleh mahasiswa yang bersangkutan. Pada Program Studi Kesehatan Masyarakat sendiri, penanggung jawab mata kuliah akan melakukan rapat untuk menentukan mata kuliah apa saja yang dapat dikonversi oleh mahasiswa/i yang lolos Magang MBKM. Setelah mendapatkan keputusan, pengisian KRS baru dilakukan. (Rin/Dia).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *