{"id":13505,"date":"2025-09-29T03:25:56","date_gmt":"2025-09-29T03:25:56","guid":{"rendered":"https:\/\/kesmas.ulm.ac.id\/id\/?p=13505"},"modified":"2025-09-29T03:51:04","modified_gmt":"2025-09-29T03:51:04","slug":"desa-sadar-gizi-untuk-cegah-stunting-edukasi-gizi-pemberdayaan-kader-dan-demo-memasak-oleh-mahasiswa-ulm-di-desa-awang-bangkal-timur","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/kesmas.ulm.ac.id\/id\/desa-sadar-gizi-untuk-cegah-stunting-edukasi-gizi-pemberdayaan-kader-dan-demo-memasak-oleh-mahasiswa-ulm-di-desa-awang-bangkal-timur\/","title":{"rendered":"Desa Sadar Gizi untuk Cegah Stunting: Edukasi  Gizi, Pemberdayaan Kader, dan Demo Memasak oleh Mahasiswa ULM di Desa Awang Bangkal Timur"},"content":{"rendered":"<p><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" class=\"aligncenter size-medium wp-image-13506\" src=\"https:\/\/kesmas.ulm.ac.id\/id\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/3-1-300x129.png\" alt=\"\" width=\"300\" height=\"129\" srcset=\"https:\/\/kesmas.ulm.ac.id\/id\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/3-1-300x129.png 300w, https:\/\/kesmas.ulm.ac.id\/id\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/3-1.png 308w\" sizes=\"(max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><i>Foto bersama Kelompok 3 PBL PSKM FKIK ULM Angkatan 2023, dan Masyarakat serta <\/i><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><i>Staff Balai Desa Awang Bangkal Timur <\/i><i>pada hari Kamis, 07 Agustus 2025<\/i><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><b>Kabupaten Banjar<\/b> &#8211; <b>19\/09\/2025 <\/b>Masalah gizi balita masih menjadi perhatian serius dalam upaya pembangunan kesehatan masyarakat. Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2024 menemukan bahwa Provinsi Kalimantan Selatan memiliki tingkat stunting sebesar 22,9%, tingkat <i>underweight <\/i>sebesar 22,3%; tingkat <i>severe wasting<\/i> sebesar 1,6%; tingkat <i>wasting <\/i>sebesar 9,1%; dan tingkat <i>overweight <\/i>sebesar 4,3%. Situasi ini menjadi semakin memprihatinkan di tingkat kabupaten, di mana Kabupaten Banjar menunjukkan prevalensi stunting sebesar 32,3%; <i>underweight<\/i> sebesar 28,8%; <i>severe wasting<\/i> sebesar 2,4%; <i>wasting <\/i>sebesar 12,2%; dan <i>overweight<\/i> sebesar 3,1%. Data ini menunjukkan bahwa masalah gizi di Kabupaten Banjar lebih tinggi dari rata-rata provinsi, sehingga memerlukan perhatian dan intervensi gizi yang lebih intensif untuk mencegah dampak jangka panjang pada tumbuh kembang anak.<\/p>\n<p>Sebagai respon terhadap pentingnya isu gizi pada anak, mahasiswa\/i Program Studi Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Lambung Mangkurat (ULM) mengadakan program intervensi \u201c<i>Desa Peduli Gizi Anak<\/i>\u201d di Balai Desa Awang Bangkal Timur, Kecamatan Karang Intan, Kabupaten Banjar, pada 07 s.d. 09 Agustus 2025. Intervensi ini terdiri atas tiga kegiatan: (1) Penyuluhan bagi ibu balita mengenai pemenuhan gizi seimbang, Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), upaya stimulasi tumbuh kembang, serta pola asuh anak yang baik; (2) Penguatan peran kader dengan membentuk dan melatih kader desa agar mampu mendampingi serta menggerakkan masyarakat dalam pemantauan gizi balita; dan (3) Demo memasak menu sehat berbahan lokal untuk melatih orang tua dalam menyiapkan makanan bergizi yang sesuai kebutuhan anak. Sasaran utama kegiatan ini adalah 30 orang ibu yang memiliki balita dan memperoleh langsung penyuluhan, keterampilan, dan pendampingan. Sedangkan sasaran pendukungnya ialah kader desa yang dibentuk dan dilatih untuk menjadi penggerak masyarakat dalam pemantauan gizi balita secara berkelanjutan.<\/p>\n<p>Kegiatan ini merupakan bagian dari intervensi Pengalaman Belajar Lapangan (PBL) 2, yang dijalankan oleh mahasiswa ULM dengan tujuan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Kelompok penyelenggara terdiri dari Irham Riad, Aisha Laqueena Amalia, dan Nur Nadya Fitriani, dengan dosen pembimbing Andini Octaviana Putri. S.K.M. M.Kes.<\/p>\n<p><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" class=\"aligncenter size-full wp-image-13507\" src=\"https:\/\/kesmas.ulm.ac.id\/id\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/3-2.png\" alt=\"\" width=\"241\" height=\"181\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><i>Pemateri disampaikan oleh Salah Satu Anggota Kelompok 3 PBL, Aisha Laqueena Amalia<\/i><\/p>\n<p>Tahapan penyuluhan kepada keluarga balita tentangnya gizi seimbang dilakukan dengan pemaparan materi yang diisi oleh Aisha Laqueena Amalia. Dalam paparannya, aisha menjelaskan mengenai pentingnya asupan gizi yang baik untuk pertumbuhan anak dan cara untuk memenuhi asupan anak dengan baik dan mudah. Penyuluhan ini diikuti oleh beberapa anggota keluarga mulai dari ibu hingga ayah, dengan ini diharapkan peran untuk memenuhi asupan anak menjadi tanggung jawab seluruh anggota keluarga. Pemahaman peserta dalam kegiatan ini dihitung dari hasil <i>pre <\/i>dan <i>post-test<\/i> peserta sebagai tolak ukur keberhasilan program.<\/p>\n<p>Penyuluhan dilakukan dengan pendekatan interaktif, memberi ruang bagi orang tua untuk bertanya seputar kendala gizi anak di rumah. Antusiasme terlihat ketika orang tua menanyakan variasi menu sehat serta cara menjaga pola makan agar anak tidak cepat bosan. Aisha Laqueena menjawab pertanyaan tersebut dengan aplikatif menyesuaikan dengan kondisi masyarakat, sehingga sesi berlangsung dua arah sekaligus menjadi kesempatan berbagai pengalaman orang tua.<\/p>\n<p>Selain itu, orang tua diperkenalkan pada kelompok makanan menurut pedoman Isi Piringku dan cara menyusunnya dalam satu piring anak. Dengan bantuan visual dan penjelasan sederhana, orang tua mudah memahami serta menerapkan informasi tersebut di rumah. Melalui cara ini, penyuluhan diharapkan mampu menumbuhkan perubahan perilaku positif dalam pemenuhan gizi balita.<\/p>\n<p><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" class=\"aligncenter size-full wp-image-13508\" src=\"https:\/\/kesmas.ulm.ac.id\/id\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/3-3.png\" alt=\"\" width=\"241\" height=\"182\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><i>Pembentukan dan Pemberian Pelatihan kepada Kader Desa untuk Penguatan Program Gizi Balita<\/i><\/p>\n<p>Pelatihan kader yang dilaksanakan di balai desa Awang Bangkal Timur menjadi sarana penting untuk memperkuat peran mereka dalam mendukung program gizi anak. Kader dipilih sebagai mitra tenaga kesehatan yang bertugas mendampingi masyarakat dalam pemenuhan gizi balita serta memantau tumbuh kembang anak. Dengan terciptanya suasana pelatihan yang sederhana dan akrab, kader menjadi lebih mudah menyadari serta memahami perannya sebagai fasilitator perubahan di masyarakat.<\/p>\n<p>Materi pelatihan yang disampaikan secara langsung oleh Aisha Laqueena Amalia melalui pamaparan menggunakan laptop dan diskusi interaktif. Topik yang dibahas adalah mengenai teknik komunikasi, cara menyampaikan edukasi gizi secara sederhana, serta pemanfaatan media edukasi seperti leaflet dan poster. Selain itu, diberikan juga contoh paktis berupa penyusunan menu sehat dengan berbahan lokal, penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), dan bagaimana cara pola asuh yang baik untuk anak, sehingga kader dapat langsung mempraktikkannya bersama masyarakat.<\/p>\n<p>Kader juga dibekali dengan keterampilan dasar dalam pemantauan gizi, contohnya seperti menimbang berat badan dan mengukur tinggi badan anak, serta mencatat hasil pada format standar. Hasil pengukuran ini akan menjadi dasar bagi desa maupun puskesmas untuk merancang tindak lanjut yang tepat. Melalui penguatan kapasitas, kader tidak hanya berperan sebagai pendamping, tetapi juga menjadi jembatan penghubung antara keluarga, desa, dan tenaga kesehatan, sehingga kesinambungan program gizi anak dapat terjamin.<\/p>\n<p><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" class=\"aligncenter size-full wp-image-13509\" src=\"https:\/\/kesmas.ulm.ac.id\/id\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/3-4.png\" alt=\"\" width=\"267\" height=\"196\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><i>Demo Memasak Bersama Orang Tua untuk Peningkatan Keterampilan dalam Menyajikan Makanan Gizi Seimbang Anak<\/i><\/p>\n<p>Intervensi dilanjutkan dengan program Demo Memasak yang diikuti oleh Ibu dari balita untuk mencontoh menu masakan dari komoditas pangan lokal yang ada di desa. Demo memasak dilakukan dengan pengolahan bakso ikan patin yang dapat dinikmati oleh balita dan seluruh anggota keluarga. Setelah melakukan demo memasak, dilakukan penyusunan isi piringku bersama-sama untuk mempraktekkan dan mencontohkan pembagian porsi untuk anak berdasarkan umurnya.<\/p>\n<p>Hasil dari implementasi program Desa Sadar Gizi menunjukkan adanya kemajuan signifikan dalam pengetahuan masyarakat mengenai kesadaran gizi dan pola hidup sehat bagi anak. Monitoring dan evaluasi kegiatan menunjukkan bahwa warga semakin aktif dalam menerapkan prinsip-prinsip gizi seimbang dalam kehidupan sehari-hari. Dukungan dari pihak Desa Awang Bangkal Timur dan Puskesmas sangat penting, di mana Puskesmas semakin sering memberikan makanan tambahan bagi balita yang terindikasi stunting. Dengan sinergi antara edukasi, dukungan komunitas, dan penyediaan nutrisi yang tepat, program ini diharapkan dapat meningkatkan kesehatan anak dan mengurangi prevalensi masalah gizi di Desa Awang Bangkal Timur secara berkelanjutan.<\/p>\n<p>Penulis: Irham Riad<br \/>\nTanggal Penulisan: 19 September 2025<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Foto bersama Kelompok 3 PBL PSKM FKIK ULM Angkatan 2023, dan Masyarakat serta Staff Balai Desa Awang Bangkal Timur pada&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":[],"categories":[5],"tags":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/kesmas.ulm.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/13505"}],"collection":[{"href":"https:\/\/kesmas.ulm.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/kesmas.ulm.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kesmas.ulm.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kesmas.ulm.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=13505"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/kesmas.ulm.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/13505\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":13517,"href":"https:\/\/kesmas.ulm.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/13505\/revisions\/13517"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/kesmas.ulm.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=13505"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/kesmas.ulm.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=13505"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/kesmas.ulm.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=13505"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}