{"id":13579,"date":"2025-10-02T03:24:36","date_gmt":"2025-10-02T03:24:36","guid":{"rendered":"https:\/\/kesmas.ulm.ac.id\/id\/?p=13579"},"modified":"2025-10-02T03:24:36","modified_gmt":"2025-10-02T03:24:36","slug":"mahasiswa-ulm-hadirkan-program-cinta-sehat-upaya-lawan-diare-di-desa-awang-bangkal-barat-kabupaten-banjar","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/kesmas.ulm.ac.id\/id\/mahasiswa-ulm-hadirkan-program-cinta-sehat-upaya-lawan-diare-di-desa-awang-bangkal-barat-kabupaten-banjar\/","title":{"rendered":"Mahasiswa ULM Hadirkan Program Cinta Sehat: Upaya Lawan Diare di Desa Awang Bangkal Barat, Kabupaten Banjar"},"content":{"rendered":"<p><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" class=\"aligncenter  wp-image-13580\" src=\"https:\/\/kesmas.ulm.ac.id\/id\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/14-1-300x165.png\" alt=\"\" width=\"449\" height=\"247\" srcset=\"https:\/\/kesmas.ulm.ac.id\/id\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/14-1-300x165.png 300w, https:\/\/kesmas.ulm.ac.id\/id\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/14-1.png 322w\" sizes=\"(max-width: 449px) 100vw, 449px\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><i>Foto bersama Kelompok 15 PBL PSKM FKIK ULM Angkatan 2023, dan ibu-ibu balita serta kader Posyandu Desa Awang Bangkal Barat <\/i><br \/>\n<i>pada hari Selasa, 12 Agustus 2025<\/i><\/p>\n<p><b>Kabupaten Banjar<\/b> &#8211; <b>17\/09\/2025 <\/b>\u00a0Diare masih menjadi salah satu masalah kesehatan utama di Indonesia. Data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2021 mencatat prevalensi diare pada balita mencapai 9,8 persen, sementara Kementerian Kesehatan melaporkan 818.687 kasus diare pada anak di bawah lima tahun. Kondisi ini menunjukkan bahwa meskipun dapat dicegah, diare tetap menjadi penyebab morbiditas dan mortalitas tinggi pada balita.<\/p>\n<p>Sebagai bentuk kepedulian terhadap masalah diare pada balita, mahasiswa PSKM FKIK Universitas Lambung Mangkurat (ULM) menggelar Intervensi di Desa Awang Bangkal Barat, Kecamatan Karang Intan. Melalui program intervensi bertajuk Cinta Sehat, kegiatan difokuskan pada edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) serta Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS), pelatihan pembuatan oralit, dan pengadaan fasilitas tempat cuci tangan. Sasaran kegiatan program ini adalah para ibu dengan jumlah peserta sebanyak 30 orang, yang menjadi target utama dalam upaya peningkatan pengetahuan tentang pencegahan diare melalui perilaku hidup bersih dan sehat, kebiasaan cuci tangan pakai sabun, serta pemahaman pembuatan oralit sederhana.<\/p>\n<p>Kegiatan ini merupakan bagian dari intervensi Pengalaman Belajar Lapangan (PBL) 2, yang dijalankan oleh mahasiswa ULM sebagai bentuk pengabdian masyarakat. Kelompok penyelenggara terdiri dari Aisya Amelia, Ahla Syauqia, Destisa Denti Seiza Pratiwi dan Beny Acah Yekwam, dengan dosen pembimbing dr. Iskandar, M.Kes., Sp.A.<\/p>\n<p><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" class=\"aligncenter  wp-image-13581\" src=\"https:\/\/kesmas.ulm.ac.id\/id\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/14-2.png\" alt=\"\" width=\"394\" height=\"401\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><i>Pemaparan materi disampaikan oleh mahasiswa Kelompok 15 PBL 2 PSKM FKIK ULM.<\/i><\/p>\n<p>Penyuluhan disampaikan oleh Aisya Amelia dan Ahla Syauqia, ketua dan anggota Kelompok 15 PBL PSKM FKIK ULM. Dalam pemaparannya, keduanya menjelaskan definisi diare, faktor penyebab, cara penularan, serta tanda bahaya yang perlu diwaspadai pada balita. \u2018Diare bukan penyakit sepele, jika tidak ditangani bisa menyebabkan dehidrasi, gizi buruk, bahkan kematian pada anak,\u2019 ujar Aisya, yang kemudian dilanjutkan dengan penjelasan Ahla mengenai pentingnya pencegahan melalui perilaku hidup bersih dan sehat.\u201d<\/p>\n<p>Tidak hanya penyampaian materi, kegiatan juga dilengkapi dengan edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) serta praktik Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS). Pada sesi praktik, Destisa Denti Seiza Pratiwi dari Kelompok 15 memberikan pelatihan pembuatan oralit sederhana sebagai pertolongan pertama saat diare, sekaligus memimpin simulasi penggunaan fasilitas tempat cuci tangan yang dipasang di lokasi kegiatan. Dengan cara ini, ibu-ibu balita dapat langsung mempraktikkan keterampilan baru untuk mencegah dan mengatasi diare. Selain edukasi, masyarakat juga menunjukkan dukungan penuh terhadap program Cinta Sehat ini. Dukungan tersebut menjadi bagian dari komitmen bersama untuk menciptakan Desa Awang Bangkal Barat yang sehat, bersih, dan bebas dari diare.<\/p>\n<p><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" class=\"aligncenter  wp-image-13582\" src=\"https:\/\/kesmas.ulm.ac.id\/id\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/14-3.png\" alt=\"\" width=\"403\" height=\"350\" srcset=\"https:\/\/kesmas.ulm.ac.id\/id\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/14-3.png 274w, https:\/\/kesmas.ulm.ac.id\/id\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/14-3-80x68.png 80w\" sizes=\"(max-width: 403px) 100vw, 403px\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><i>Pemberian bingkisan dilakukan oleh Kelompok 15 PBL kepada seluruh peserta.<\/i><\/p>\n<p>Para ibu peserta kegiatan menyampaikan apresiasi tinggi terhadap program Cinta Sehat. \u201cKami berterima kasih kepada mahasiswa ULM yang sudah memberi penyuluhan. Semoga kegiatan seperti ini sering dilakukan, supaya ibu-ibu di desa semakin paham cara melindungi anak dari diare. Melalui penyuluhan ini kami jadi tahu cara mencegah diare pada anak, termasuk membuat oralit sendiri. Kami berharap kegiatan seperti ini terus berlanjut agar kesehatan balita semakin terjaga,\u201d ungkap salah satu ibu peserta.<\/p>\n<p>Melalui rangkaian edukasi, praktik CTPS, pelatihan pembuatan oralit, serta penyediaan fasilitas tempat cuci tangan, masyarakat Desa Awang Bangkal Barat menegaskan komitmennya untuk menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan bebas dari diare, demi tumbuh kembang balita yang optimal serta keluarga yang lebih sehat.<\/p>\n<p>Hasil kegiatan terlihat dari meningkatnya pemahaman para ibu tentang pencegahan dan penanganan diare pada balita, yang terbukti dari perbandingan skor pre-test dan post-test setelah penyuluhan. Selain itu, hasil monitoring dan evaluasi menunjukkan perubahan positif pada perilaku sehari-hari, seperti meningkatnya kebiasaan cuci tangan pakai sabun, pengolahan makanan yang higienis, dan perhatian lebih terhadap kebersihan lingkungan rumah, sehingga risiko diare pada balita berkurang.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Penulis: Ahla Syauqia<br \/>\nTanggal Penulisan: 17 September 2025<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Foto bersama Kelompok 15 PBL PSKM FKIK ULM Angkatan 2023, dan ibu-ibu balita serta kader Posyandu Desa Awang Bangkal Barat&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":[],"categories":[5],"tags":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/kesmas.ulm.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/13579"}],"collection":[{"href":"https:\/\/kesmas.ulm.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/kesmas.ulm.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kesmas.ulm.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kesmas.ulm.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=13579"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/kesmas.ulm.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/13579\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":13583,"href":"https:\/\/kesmas.ulm.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/13579\/revisions\/13583"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/kesmas.ulm.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=13579"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/kesmas.ulm.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=13579"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/kesmas.ulm.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=13579"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}