Pondok Hipertensi Sebagai Upaya Peningkatan Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat di RT 16 Desa Wonorejo

Pada Bulan Februari hingga Agustus 2022 lalu, Mahasiswa/i Program Studi Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Lambung Mangkurat angkatan 2020 telah melaksanakan kegiatan Pengalaman Belajar Lapangan (PBL) 1-3 yang bertempat di Kecamatan Satui, Kabupaten Tanah Bumbu Provinsi Kalimantan Selatan dengan total 21 kelompok yang terbagi di empat desa, yaitu Desa Wonorejo, Satui Barat, Sungai Cuka, dan Tegal Sari.

Berdasarkan diagnosa komunitas yang telah dilakukan pada kegiatan PBL 1, ditemukan permasalahan kesehatan di RT 16 Desa Wonorejo, yaitu hipertensi. Muhammad Ikrar Fadhillah selaku ketua Kelompok 16 menjelaskan bahwa alasan kelompoknya memutuskan hipertensi menjadi prioritas utama adalah karena angka hipertensi di daerah tersebut cukup tinggi hingga mencapai 75%, Sehingga menurutnya hal ini harus menjadi sorotan mengingat hipertensi bisa menyebabkan berbagai penyakit berbahaya lainnya seperti stroke, penyakit, jantung, dan penyakit ginjal yang tentunya dapat mengancam nyawa.

 Dari kegiatan wawancara yang telah dilakukan oleh Kelompok 16, tingginya kejadian hipertensi di RT 16 Desa Wonorejo ini disebabkan karena pola hidup masyarakat yang tidak sehat dan rendahnya pengetahuan masyarakat mengenai hipertensi itu sendiri. Atas pertimbangan tersebut, Kelompok 16 berinisiatif membentuk suatu program yaitu “Pondok Hipertensi” yang merupakan modifikasi dari program Posbindu PTM yang fokus utamanya hanya pada Hipertensi. 

Adapun tujuan dibentuknya Pondok Hipertensi menurut Kelompok 16 adalah selain untuk mengendalikan kejadian hipertensi, tetapi juga demi memaksimalkan kegiatan Posbindu PTM di RT 16 Desa Wonorejo yang sebelumnya hanya terlaksana setahun sekali agar dapat berjalan rutin setiap bulannya. 

Selanjutnya Kelompok 16 melakukan pendekatan dengan beberapa aparat desa melalui kegiatan advokasi dan bina suasana mengenai pembentukan program Pondok Hipertensi tersebut. Hal ini tentunya disambut baik oleh Bapak Sarjimin, S.IP selaku Kepala Desa Wonorejo, “Saya sangat mendukung dan mengapresiasi atas program yang adik-adik mahasiswa jalankan. Harapannya program ini tidak hanya untuk RT 16 saja tetapi juga bisa untuk seluruh RT di Desa Wonorejo.” pungkasnya.

 Dalam pelaksanaannya, Pondok Hipertensi dibagi ke dalam 3 kegiatan intervensi yaitu penyuluhan, pembentukan dan pelatihan kader, serta DASH Diet  yang ternyata mendapatkan respon yang baik dari Warga RT 16 Desa Wonorejo. 

Kegiatan penyuluhan dilaksanakan pada 24 Juli 2022 dengan tujuan untuk memberikan pengetahuan kepada masyarakat terkait hipertensi sekaligus untuk memperkenalkan program Pondok Hipertensi kepada warga di RT 16 Desa Wonorejo. Meskipun kegiatan ini berlangsung di malam hari, namun warga sangat antusias sehingga diskusi pun berjalan cukup baik 

Selanjutnya, Kelompok 16 membentuk Kader Pondok Hipertensi. Adapun untuk pelatihan kader dilakukan sebanyak dua kali, dimana pelatihan pertama dilakukan seminggu setelah penyuluhan, tepatnya pada 30 Juli 2022 dengan agenda pengukuran tekanan darah, tinggi badan, dan berat badan secara benar. Sementara pelatihan kedua dilaksanakan pada 13 Agustus 2022 untuk melatih kader dalam melakukan pengukuran lingkar perut dan edukasi tentang DASH Diet kepada masyarakat. Pada pelatihan kedua ini juga dilakukan evaluasi untuk menguji skill yang dimiliki kader sehingga dapat menjalankan Pondok Hipertensi nantinya.

Pada 14 Agustus 2022, Kelompok 16 bersama warga di RT 16 Desa Wonorejo melaksanakan kegiatan Pondok Hipertensi yang dalam pelaksanaannya terdiri dari 3 meja yaitu meja 1 yang merupakan tempat registrasi dan wawancara faktor risiko hipertensi dan meja 2 sebagai tempat pengukuran tekanan darah, tinggi badan, dan berat badan. Adapun meja 3 adalah tempat edukasi tentang DASH Diet kepada masyarakat agar sekiranya dapat mengurangi konsumsi makanan berisiko dengan beralih kepada pola makan yang sehat. Edukasi DASH Diet ini penting dilakukan selain karena merupakan bagian dari Program Pondok Hipertensi tetapi juga berkaitan dengan tingginya kejadian hipertensi di RT 16 Desa Wonorejo yang penyebab utamanya berasal dari pola makan tidak sehat.

Untuk menunjang intervensi yang dijalankan, Kelompok 16 memberikan memberikan buku monitoring kepada peserta Pondok Hipertensi untuk memudahkan kader dalam melakukan pemantauan kunjungan warga RT 16 Desa Wonorejo pada kegiatan Pondok Hipertensi di setiap bulannya. Selain itu, warga juga diberikan menu makanan sehat berbasis bahan pangan lokal sebagai referensi bagi masyarakat dalam kehidupan sehari-hari. Sebagai media promosi sekaligus kenang-kenangan, Kelompok 16 memberikan kipas edukatif yang berisi informasi mengenai Pondok Hipertensi dan aturan dalam menjalankan DASH Diet agar masyarakat selalu mengingat informasi yang diberikan.

Dengan adanya program Pondok Hipertensi ini harapannya dapat menciptakan masyarakat yang berdaya sehingga kejadian hipertensi terutama pada penduduk usia produktif di RT 16 Desa Wonorejo. dapat dikendalikan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *