
Foto bersama Kelompok 21 PBL PSKM FKIK ULM Angkatan 2023 dan masyarakat Desa Mandikapau Timur
pada hari Selasa, 12 Agustus 2025
Kabupaten Banjar – 18/09/2025 Hipertensi adalah isu kesehatan global yang semakin mendesak perhatian, mengingat pengaruhnya yang besar terhadap kesehatan masyarakat. Menurut Riskesdas 2018, prevalensi hipertensi pada penduduk usia ≥18 tahun di Indonesia mencapai 34,1%, dengan jumlah kasus diperkirakan 63,3 juta orang dan terus meningkat dari tahun ke tahun. Provinsi dengan prevalensi tertinggi adalah Kalimantan Selatan (44,1%). Situasi ini semakin buruk karena rendahnya pemahaman masyarakat, karena lebih dari setengah pasien tidak menyadari bahwa mereka mengidap hipertensi. Di Kalimantan Selatan, hipertensi juga berada dalam sepuluh besar penyakit yang umum diderita masyarakat, dengan tingkat kejadian cukup tinggi terutama di pedesaan. Faktor risiko seperti asupan muakanan tinggi garam, kurang aktivitas fisik, perilaku merokok, dan rendahnya pemahaman mengenai pola hidup sehat merupakan penyebab utama tingginya kejadian hipertensi.
Menyadari masalah yang ada, mahasiswa Program Studi Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Lambung Mangkurat (ULM) melaksanakan kegiatan penyuluhan berjudul “Bagantangsi x PosHati (Gerakan Batanam TOGA Gasan Tangkal Hipertensi x Pos Siaga Hipertensi)” di Desa Mandikapau Timur, Kecamatan Karang Intan, Kabupaten Banjar pada 12 Agustus 2025. Kegiatan ini diikuti oleh 30 peserta dari masyarakat setempat. Melalui penyuluhan ini, peserta diajak memahami apa itu hipertensi, bagaimana faktor risiko dapat dicegah, serta cara memanfaatkan tanaman obat keluarga (TOGA) sebagai langkah sederhana dan ekonomis dalam pengendalian hipertensi sejak dini. Harapannya, pengetahuan yang diperoleh dapat mendorong masyarakat untuk lebih peduli terhadap kesehatan serta menerapkan gaya hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari.
Kegiatan ini merupakan bagian dari intervensi Pengalaman Belajar Lapangan (PBL) 2, yang dijalankan oleh mahasiswa ULM sebagai bentuk pengabdian masyarakat. Kelompok penyelenggara terdiri dari Anisa Hikma Rahmandani, Chellsy Clarinta Sefanya, Chossy Sepdavayatie dan Yulia Nur Azizah, dengan dosen pembimbing Rudi Fakhriadi, SKM., M.Kes (Epid).

Materi disampaikan oleh perwakilan kelompok 21, Yulia Nur Azizah dan Chossy Sepdavayatie
Sebagai narasumber utama, penyuluhan disampaikan oleh Yulia Nur Azizah dan Chossy Sepdavayatie selaku perwakilan Kelompok 21 PBL PSKM FKIK ULM. Materi yang dipaparkan mencakup definisi hipertensi, tanda dan gejala, faktor risiko, serta komplikasi yang dapat timbul jika tidak ditangani, disertai penekanan pada pentingnya pola hidup sehat dan pola makan seimbang sebagai langkah pencegahan.
Fokus utama kegiatan adalah pemanfaatan tanaman obat keluarga (TOGA). Pemateri menjelaskan bahwa tanaman seperti seledri dan jahe memiliki khasiat membantu menurunkan tekanan darah dan menjaga kesehatan jantung. Peserta juga diberikan pemahaman mengenai cara sederhana merawat TOGA agar dapat dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari sebagai penunjang kesehatan keluarga.
Kegiatan berlangsung interaktif dengan adanya sesi tanya jawab bersama warga, dimana ibu Endang selaku Bidan Desa Mandikapau Timur turut memberikan penjelasan tambahan terkait pentingnya pemeriksaan tekanan darah secara rutin. Sebagai tindak lanjut, masyarakat memperoleh bibit seledri dan jahe untuk dirawat di rumah masing-masing, sehingga program Bagantangsi diharapkan dapat mendorong warga menerapkan gaya hidup sehat dan mandiri dalam mencegah hipertensi.
Selain itu, tim juga memperkenalkan PosHati (Pos Siaga Hipertensi) yang berlokasi di rumah salah satu kader desa. Kehadiran PosHati menjadi sarana bagi warga untuk memeriksakan tekanan darah secara berkala, sehingga pesan dari penyuluhan tidak hanya berhenti pada kegiatan ini, tetapi berlanjut melalui upaya deteksi dini dan pencegahan hipertensi secara berkelanjutan.

Pemberian kalender Hipertensi dilakukan oleh Kelompok 21 PBL kepada masyarakat Desa Mandikapau Timur
Melalui program Bagantangsi (Gerakan Batanam TOGA gasan Tangkal Hipertensi), masyarakat diajak untuk menanam dan memanfaatkan tanaman obat keluarga (TOGA) sebagai alternatif pencegahan serta pengendalian hipertensi. Kegiatan ini tidak hanya memberikan pengetahuan tentang manfaat tanaman herbal, tetapi juga membangkitkan kesadaran akan pentingnya gaya hidup sehat dan konsumsi alami dalam menjaga tekanan darah. Dengan keterlibatan masyarakat, Bagantangsi mampu menjadi gerakan kolektif yang berdampak langsung pada peningkatan kesehatan lingkungan sekitar.
Selain itu, keberadaan Pos Siaga Hipertensi menjadi wadah penting bagi masyarakat untuk melakukan deteksi dini, pemantauan tekanan darah, serta konsultasi kesehatan secara rutin. Pos ini dikelola oleh kader kesehatan dengan dukungan mahasiswa dan tenaga medis, sehingga mampu memberikan layanan preventif sekaligus promotif. Masyarakat dapat melakukan pengecekan tekanan darah secara berkala, mendapatkan edukasi pola makan sehat, serta informasi terkait pengendalian hipertensi dengan cara sederhana dan terjangkau.
Hasil dari implementasi program Bagantangsi dan Pos Siaga Hipertensi menunjukkan adanya peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kesehatan kardiovaskular. Monitoring dan evaluasi kegiatan memperlihatkan bahwa semakin banyak warga yang aktif memanfaatkan TOGA sebagai pendukung pengobatan, sekaligus rutin memeriksakan tekanan darah di pos siaga. Dengan sinergi antara edukasi, praktik langsung, dan pemantauan kesehatan, gerakan ini diharapkan dapat menurunkan prevalensi hipertensi sekaligus memperkuat kemandirian masyarakat dalam menjaga kesehatan secara berkelanjutan.
Penulis: Yulia Nur Azizah
Tanggal Penulisan: 18 September 2025
