
Foto bersama Kelompok 20 PBL PSKM FKIK ULM Angkatan 2023, dan Kader Posyandu Desa Mandiangin Timur pada hari Minggu, 25 Mei 2025
Kabupaten Banjar – 17/09/2025 Hipertensi masih menjadi masalah kesehatan utama yang dihadapi masyarakat Desa Mandiangin Timur, Kecamatan Karang Intan. Hasil analisis yang dilakukan oleh mahasiswa PBL PSKM FKIK ULM menunjukkan bahwa hipertensi menempati posisi kedua penyakit terbanyak di wilayah kerja Puskesmas Karang Intan 2 dengan jumlah kasus mencapai 614 dari 2.751 kasus (22,32%). Lebih lanjut, survei terhadap 31 responden mengungkapkan meski 97% warga memiliki pengetahuan baik tentang hipertensi, sebagian besar masih menjalani gaya hidup berisiko: 90% jarang berolahraga, 83% terpapar asap rokok, 87% kualitas tidur buruk, 77% konsumsi garam berlebih, dan 73% sering minum kopi.
Menyikapi kondisi tersebut, mahasiswa/i Program Studi Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Lambung Mangkurat (ULM) bersama kader posyandu melaksanakan program Peningkatan Kapasitas Kader Posyandu Lansia sebagai Upaya Pencegahan dan Penanggulangan Hipertensi. Program ini meliputi edukasi kesehatan, pemeriksaan tekanan darah rutin, serta pelaksanaan senam hipertensi yang diikuti masyarakat di empat RT Desa Mandiangin Timur. Pada tanggal 25 Mei 2025 bersama Kader Desa Mandiangin Timur Melaksanakan kegiatan edukasi Peningkatan Kapasitas Kader dan Pencegahan Penanggulangan Hipertensi. Kemudian, pada tanggal 28 Mei 2025 dilakukan kegiatan edukasi mengenai Pencegahan dan Penanggulangan Hipertensi kepada masyarakat Desa Mandiangin Timur. Sararan kegiatan penyuluhan ini adalah Kader dan Masyarakat Desa Mandiangin Timur dengan jumlah peserta sebanyak 48 orang.
Edukasi Pencegahan dan Penanggulangan Hipertensi Bersama Masyarakat Desa Mandiangin Timur
Kegiatan ini merupakan bagian dari intervensi Pengalaman Belajar Lapangan (PBL) 2, yang dijalankan oleh mahasiswa ULM sebagai bentuk pengabdian masyarakat. Kelompok penyelenggara terdiri dari Aliefia Meutia Luna, Fitriyani, Noor Hana Maulida, dan Nur Aisya Dinda Ayutami, dengan dosen pembimbing Nur Laily, SKM., M.Kes.

Penyampaian materi disampaikan oleh Mahasiswa PSKM 2023, Aliefia Meutia Luna dan Fitriyani
Sebagai narasumber utama, penyuluhan menghadirkan Aliefia Meutia Luna dan Fitriyani, mahasiswa Program Studi Kesehatan Masyarakat FKIK ULM. Dalam pemaparannya, mereka menjelaskan mengenai hipertensi sebagai salah satu penyakit tidak menular yang dikenal sebagai silent killer. Disampaikan bahwa hipertensi sering tidak menimbulkan gejala, namun dapat menyebabkan komplikasi serius seperti stroke, penyakit jantung, dan gagal ginjal bila tidak dicegah sejak dini.
Materi penyuluhan juga menekankan pentingnya pola hidup sehat sebagai langkah pencegahan, antara lain dengan membatasi konsumsi garam, rutin berolahraga, menjaga pola tidur, serta menghindari kebiasaan merokok dan konsumsi kopi berlebihan. Selain itu, peserta juga diajak memahami peran kader posyandu lansia dalam mengedukasi masyarakat, melakukan deteksi dini melalui pengecekan tekanan darah secara berkala, serta memberikan pendampingan kepada kelompok lansia di desa.
“Dengan membiasakan pola hidup sehat dan rutin memeriksa tekanan darah, kita bisa mencegah hipertensi sejak dini. Kader posyandu punya peran penting untuk menjadi penggerak dalam upaya ini, sehingga masyarakat dapat lebih peduli terhadap kesehatannya,” ujar Aliefia Meutia Luna, salah satu pemateri dari Kelompok 20 PBL.
Dalam sesi penyuluhan, peserta diajak memahami faktor-faktor yang dapat memicu hipertensi, mulai dari pola makan tinggi garam, kurangnya aktivitas fisik, hingga kebiasaan merokok dan minum kopi. Tidak berhenti pada teori, kegiatan ini juga diwarnai dengan pelatihan praktis: kader mengikuti senam hipertensi, hingga menggunakan media edukasi seperti poster dan leaflet untuk menyampaikan pesan kesehatan dengan lebih efektif.
“Hipertensi bukan sekadar penyakit, tapi ancaman yang bisa dicegah bersama. Dengan kader yang terlatih, masyarakat punya ujung tombak yang kuat untuk melawan masalah ini,” ujar salah satu perangkat Desa Mandiangin Timur yang hadir dalam kegiatan tersebut.
Hasil kegiatan menunjukkan perubahan positif. Berdasarkan perbandingan hasil pre-test dan post-test, terjadi peningkatan pengetahuan peserta secara signifikan. Kader posyandu pun tampak lebih percaya diri untuk melakukan pemeriksaan tensi dan menyampaikan edukasi kesehatan kepada warga.
Melalui program ini, Desa Mandiangin Timur menegaskan komitmennya untuk membangun masyarakat yang sehat, produktif, dan siap menghadapi tantangan hipertensi. Lebih dari sekadar pelatihan, kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa kerjasama antara mahasiswa, kader, dan masyarakat mampu menghadirkan perubahan.

Pelaksanaan senam hipertensi bersama warga Desa Mandiangin Timur yang dipandu oleh Kelompok 20 PBL
Tak hanya aparat desa, masyarakat juga merasa terbantu dengan adanya program ini. Beberapa warga lansia menyampaikan bahwa selama ini mereka jarang mendapat informasi yang jelas mengenai pencegahan hipertensi. Melalui kegiatan ini, mereka menjadi lebih paham cara menjaga pola makan, pentingnya olahraga ringan, serta manfaat memeriksakan tekanan darah secara teratur. Masyarakat berharap kegiatan semacam ini dapat dilakukan secara berkelanjutan, sehingga mereka tidak hanya mendapatkan pengetahuan sesaat, tetapi juga terbiasa menjalani pola hidup sehat.
Selain itu, kader posyandu yang terlibat pun menegaskan komitmennya untuk melanjutkan apa yang sudah dipelajari. Mereka berjanji akan lebih aktif dalam mengajak warga datang ke posyandu lansia, rutin mengadakan senam bersama, serta memastikan edukasi hipertensi tersampaikan kepada keluarga dan tetangga sekitar. Dukungan moral dari perangkat desa dan masyarakat membuat kader semakin percaya diri untuk menjalankan perannya.
Dengan adanya sinergi antara mahasiswa, kader, aparat desa, dan masyarakat, Desa Mandiangin Timur semakin optimis untuk menciptakan lingkungan yang lebih sehat. Harapannya, ke depan desa ini bisa menjadi contoh bagi wilayah lain dalam upaya pencegahan penyakit tidak menular, khususnya hipertensi, melalui pemberdayaan kader dan keterlibatan aktif masyarakat.
Penulis: Aliefia Meutia Luna
Tanggal Penulisan: 17 September 2025
