Salah satu permasalahan besar yang dialami negara berkembang dan negara maju adalah masalah sampah. Sampah dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan, apabila sampah mencemari air maka dapat menyebabkan penyakit diare, disentri, kolera, demam tifoid, serta mendukung perkembangbiakan vector borne disease yang menyebabkan DBD, malaria dan filariasis. Sebagai bentuk kepedulian dan kontribusi Program Studi Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Lambung Mangkurat (PSKM FK ULM) terhadap kelestarian lingkungan, maka Tim Pengabdian Kepada Masyarakat yang terdiri dari Laily Khairiyati, SKM, MPH, Rudi Fakhriadi, SKM, M. Kes (Epid), Noor Ahda Fadillah, SKM, M. Kes (Epid) serta salah satu alumni yaitu Siti Aminah, SKM membentuk Program Pengembangan Kewirausahaan (PPK) yang berfokus untuk mengurangi timbulan sampah di Kota Banjarbaru yaitu dengan membentuk sebuah Bank Sampah.
Bank sampah adalah sebuah tempat untuk menampung berbagai sampah dari masyarakat yang telah dipisahkan untuk disetorkan ke bank sampah, kemudian hasil setoran sampah tadi di tabung dan dapat dicairkan menjadi uang. Dalam bank sampah terdapat dua komponen yaitu nasabah dan pengurus bank sampah. Program bank sampah merupakan suatu sistem pengelolaan sampah secara kolektif dengan prinsip daur ulang. Metode ini bisa meningkatkan nilai ekonomis dari sampah kering. Sementara masyarakat yang bertindak sebagai nasabah bank juga akan mendapatkan keuntungan. Bank sampah sama seperti lembaga keuangan lainnya. Yang membedakan yaitu setoran yang diberikan nasabah dalam bentuk sampah. Kemudian dipilah, ditimbang dan hasil penjualannya dimasukkan ke dalam rekening nasabah. Alur kerja Bank Sampah dapat dilihat pada Gambar 1 berikut ini.
Gambar 1. Alur Kerja Bank Sampah
Tujuan kegiatan PPK dibidang kesehatan lingkungan ini adalah membentuk Bank Sampah yang dinamakan Bank Sampah TASAku, kepanjangan dari Tabungan Sampahku. Bank Sampah TASAKu dari PPK berbeda dengan bank sampah lainnya. Bank sampah lainnya memiliki beberapa kelemahan dalam menarik nasabah. Perbedaan tersebut dapat dilihat pada tabel 1 berikut ini:
Tabel 1. Perbedaan sistem bank sampah TASAKu dengan bank sampah lainnya
| PERBEDAAN SISTEM | |
| Bank Sampah TASAKu (PPK) | Bank Sampah Lainnya |
| ü Harga barang bekas kompetitif | · Harga jual barang bekas rendah |
| ü Sampah bisa disetorkan perbuah | · Sampah yang disetorkan minimal 1 Kg |
| ü Nasabah mendapatkan bagi hasil dalam bentuk hadiah langsung | · Tidak ada keuntungan yang diperoleh nasabah |
| ü Ada pick up system yaitu sistem jemput sampah ke rumah nasabah | · Nasabah malu membawa sampah ke bank sampah |
Selain itu, Bank Sampah TASAKu memiliki beberapa produk unggulan yang dapat menarik nasabah untuk menabung sampah yaitu : 1) TASAKu reguler (Tabungan Sampahku Reguler) merupakan rekening tabungan sampah Regular dimasyarakat, dengan beberapa kelebihan yaitu setorannya tidak harus 1 kg dan juga mendapatkan hadiah langsung apabila saldo tabungan mencapai angka tertentu. 2) TASAKu Mas (Tabungan Sampahku Emas), ini merupakan produk unggulan dari Bank Sampah TASAKu yaitu menabung sampah yang saldonya adalah gram emas, tabungan ini sangat cocok untuk nasabah yang ingin berinventasi jangka panjang. 3) TASAKes (Tabungan Sampah Kesehatan), dimana jika nasabah menabung sampah maka saldo tabungan dapat digunakan untuk membayar premi bulanan asuransi kesehatan misalnya BPJS.
Adanya produk-produk unggulan tadi maka banyak masyarakat yang berminat untuk menjadi nasabah di Bank Sampah TASAKu. Hasil dari kegiatan PPK ini telah mencapai perkembangan berupa penyebarluasan leaflet baik secara fisik maupun melalui media sosial seperti Whatsapp Group (WAG), Instagram dan website prodi sebagai bentuk promosi Bank Sampah TASAku di kalangan mahasiswa Program Studi Kesehatan Masyarakat, civitas akademika Fakultas Kedokteran ULM dan melayani juga masyarakat umum. Didalam leaflet tersebut terdapat informasi harga jual sampah mulai dari plastik, kertas, logam, minyak bekas dan botol kaca. Selain itu terdapat informasi layanan pengambilan sampah, keuntungan yang didapat dan mudahnya persyaratan menjadi nasabah. Sampai dengan awal bulan November 2018 sudah ada 17 orang nasabah Bank Sampah TASAku.







