
Foto bersama Kelompok 1 PBL PSKM FKIK ULM Angkatan 2023, dan Ibu-ibu, kader, serta Aparat
Desa Abirau di Polindes pada hari Selasa, 10 Agustus 2025
Kabupaten Banjar – 18/09/2025 Sampah masih menjadi permasalahan serius di lingkungan pedesaan. Berdasarkan data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), produksi sampah rumah tangga terus meningkat setiap tahunnya, sementara kesadaran masyarakat dalam memilah dan mengelola sampah masih rendah. Hal ini menyebabkan terjadinya penumpukan sampah, pencemaran lingkungan, serta meningkatnya risiko penyakit berbasis lingkungan.
Menyadari urgensi tersebut, mahasiswa/i Program Studi Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Lambung Mangkurat (ULM) melaksanakan kegiatan penyuluhan bertajuk “Gerakan Masyarakat Sadar Pemilahan & Pengelolaan Sampah Terpadu untuk Lingkungan” di Desa Abirau, Kecamatan Karang Intan II, Kabupaten Banjar pada 10 Agustus 2025.
Sasaran kegiatan ini adalah masyarakat umum, warga desa, aparat desa, serta kader posyandu, dengan jumlah peserta sebanyak 32 orang. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam melakukan pengelolaan atau pemilahan sampah serta mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam daur ulang sampah rumah tangga.
Kegiatan ini merupakan bagian dari intervensi Pengalaman Belajar Lapangan (PBL) 2, yang dijalankan oleh mahasiswa ULM sebagai bentuk pengabdian masyarakat. Kelompok penyelenggara terdiri dari Cieca Tri Sulistia, Araya Maharani, Maulidah, dan Nurhaliza Putri dengan dosen pembimbing Ibu Ani Kipatul Hidayah, SKM., M.Kes.

Pemateri disampaikan oleh Maulidah
Sebagai narasumber utama, penyuluhan menghadirkan Maulidah, anggota PBL PSKM FKIK ULM. Dalam pemaparannya, ia menjelaskan pentingnya pengelolaan sampah, mulai dari pengertian, jenis jenis, cara dan manfaat, serta dampaknya bagi kesehatan lingkungan maupun keberlangsungan hidup masyarakat desa. “Ketika kita tidak mengelola sampah dengan baik, sebenarnya kita sedang merusak lingkungan kita sendiri. Sampah yang menumpuk bisa menimbulkan penyakit dan mencemari air serta tanah, sehingga merugikan generasi kita di masa depan. Dengan memilah dan mendaur ulang sampah, kita justru bisa menjaga kesehatan, kebersihan, serta mewariskan lingkungan yang lebih baik untuk anak cucu kita,” ujar Maulidah, anggota PBL PSKM FKIK ULM.
Selain kegiatan edukasi, pihak desa juga menegaskan bahwa mereka memiliki komitmen menjaga kebersihan lingkungan serta meletakaan bak sampah besar di titik keramaian seperti polindes dan sekolah. Kebijakan ini sejalan dengan upaya menciptakan lingkungan desa yang sehat, bersih, dan bebas dari penumpukan sampah.
Pihak desa menyampaikan apresiasi tinggi terhadap kegiatan ini. “Kami berharap masyarakat semakin paham bahwa pengelolaan sampah bukan sekadar membuang, tetapi juga menjaga kesehatan dan masa depan lingkungan. Dengan adanya penyuluhan dan penyediaan bak sampah besar ini, warga bisa lebih termotivasi untuk memilah sampah dan menjaga kebersihan desa,” ujar salah satu perangkat desa.
Melalui rangkaian edukasi, simulasi, serta penguatan komitmen bersama menjaga kebersihan lingkungan, Desa Abirau menegaskan tekadnya membangun masyarakat yang tidak hanya produktif dalam kegiatan sehari-hari, tetapi juga peduli lingkungan, sehat, dan siap menjadi teladan dalam pengelolaan sampah terpadu di pedesaan.
Hasil kegiatan ini dapat dilihat dari meningkatnya pemahaman masyarakat, yang terlihat dari hasil pre-test dan post-test dengan adanya kenaikan skor rata-rata pengetahuan peserta tentang pemilahan dan daur ulang sampah. Selain itu, masyarakat menyampaikan antusiasme untuk menjaga lingkungan sekitar tetap bersih dan sehat.

Penyerahan Bak Sampah untuk Desa Abirau
Peletakan bak sampah besar juga diapresiasi oleh warga karena membantu memusatkan pembuangan sampah di lokasi yang strategis, sehingga lingkungan sekitar polindes dan sekolah lebih terjaga kebersihannya.
Penulis: Cieca Tri Sulistia
Tanggal Penulisan: 18 September 2025
