
Foto bersama Kelompok 23 PBL PSKM FKIK ULM Angkatan 2023, Warga dan Aparat Desa Mandiangin Timur
serta Perwakilan IAAS LC ULM pada hari Selasa, 12 Agustus 2025
Kabupaten Banjar – 17/09/2025 Permasalahan lingkungan merupakan hal yang tidak dapat dihindari salah satunya masalah limbah rumah tangga. Berdasarkan data dari Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, jumlah timbulan sampah di Provinsi Kalimantan Selatan sendiri mencapai 798.570,41 ton per tahun, sedangkan di Kabupaten Banjar mencapai 365,43 ton per hari atau setara dengan 133.381,04 ton per tahun dan selalu meningkat tiap tahunnya. Desa Mandiangin Timur sendiri masih memiliki kebiasaan membuang limbah rumah tangga sembarangan, yang menimbulkan pencemaran lingkungan dan berdampak pada kesehatan masyarakat.
Menyadari urgensi ini, mahasiswa/i Program Studi Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Lambung Mangkurat (ULM) melaksanakan kegiatan penyuluhan dengan judul “PERMATA (Perempuan Mandiangin Tanggap Limbah dan Maggot)” di Balai Desa, Desa Mandiangin Timur, Kecamatan Karang Intan, Kabupaten Banjar pada 12 Agustus 2025. Sasaran kegiatan penyuluhan ini adalah para warga desa terutama para ibu-ibu dengan jumlah peserta sebanyak 30 orang. Sasaran tersebut dipilih karena ibu rumah tangga memiliki peran penting dalam pengelolaan rumah tangga dan sampah sehari-hari.
Kegiatan ini merupakan bagian dari intervensi Pengalaman Belajar Lapangan (PBL) 2, yang dijalankan oleh mahasiswa ULM sebagai bentuk pengabdian masyarakat. Kelompok penyelenggara terdiri dari Agathis Arvala Naya, Ervina Nurhapsari, Nuraida Keisya Filsahani, dan Zahra Falisha Achyar, dengan dosen pembimbing Muhammad Irwan Setiawan, S.Gz., M.Gz. Kegiatan ini juga melibatkan kolaborasi dengan IAAS LC ULM, yang secara khusus membantu pada sesi praktik budidaya maggot.

Pemateri disampaikan oleh Kelompok 23 PBL PSKM FKIK ULM, Nuraida Keisya Filsahani
Dalam kegiatan penyuluhan yang dilaksanakan di Desa Mandiangin Timur, salah satu anggota kelompok yaitu Nuraida Keisya Filsahani berperan sebagai pemateri. Ia menyampaikan pengenalan mengenai permasalahan sampah rumah tangga, dampak pembuangan sampah sembarangan, serta pemanfaatan maggot Black Soldier Fly (BSF) sebagai solusi ramah lingkungan dalam mengolah sampah organik. Menurutnya, sampah organik yang sering dianggap tidak berguna sebenarnya bisa diolah menjadi sesuatu yang bermanfaat.
Materi yang disampaikan juga mencakup penjelasan tentang cara budidaya maggot, mulai dari pembuatan media, proses pertumbuhan, hingga manfaat yang bisa diperoleh dari hasil budidaya. Melalui penjelasan yang diberikan membantu peserta memahami langkah-langkah dasar budidaya maggot yang bisa diterapkan di rumah masing-masing.
Peserta kegiatan, yang mayoritas ibu rumah tangga Desa Mandiangin Timur, terlihat antusias menyimak setiap penjelasan. Banyak di antara mereka mengaku baru mengetahui bahwa sampah organik sebenarnya dapat diolah menjadi sesuatu yang bermanfaat, tidak hanya bagi lingkungan tetapi juga berpotensi bernilai ekonomi.
Program PERMATA (Perempuan Mandiangin Tanggap Limbah dan Maggot) ini mendapat apresiasi dari masyarakat dan aparat desa. Mereka berharap kegiatan edukasi semacam ini dapat terus dilanjutkan agar semakin banyak warga yang teredukasi mengenai pentingnya pengelolaan sampah rumah tangga yang sehat dan ramah lingkungan.

Pengenalan Maggot kepada Para Ibu-Ibu Desa Mandiangin Timur oleh Kelompok 23 PBL
Kegiatan berjalan lancar dan mendapat respon positif. Para peserta terlihat antusias mengikuti setiap sesi, terutama saat praktik budidaya maggot. Banyak yang mengaku baru mengetahui bahwa sampah organik sebenarnya bisa diolah dengan cara sederhana namun memberi manfaat besar.
“Kami merasa sangat terbantu dengan adanya kegiatan ini. Terima kasih kepada mahasiswa PSKM ULM yang sudah membawa pengetahuan baru tentang budidaya maggot. Harapannya, keterampilan ini bisa diterapkan dan menjadi kebiasaan baik bagi warga desa,” tutur Pembakal Mandiangin Timur.
Dari pihak mahasiswa, apresiasi juga disampaikan. “Kami bersyukur bisa diterima dengan baik oleh masyarakat. Semoga program ini dapat menjadi langkah awal perubahan, khususnya dalam pengelolaan sampah organik agar lingkungan desa lebih sehat,” ungkap salah satu anggota tim mahasiswa.
Melalui program PERMATA, diharapkan ibu-ibu di Desa Mandiangin Timur mampu menjadi pelopor dalam mengurangi sampah rumah tangga, menjaga kebersihan lingkungan, sekaligus memperoleh manfaat ekonomi dari hasil budidaya maggot. Program ini juga menjadi bukti nyata kolaborasi antara mahasiswa, organisasi IAAS LC ULM, dan pemerintah desa dalam menciptakan solusi berkelanjutan untuk masalah lingkungan.
Penulis: Zahra Falisha Achyar
Tanggal Penulisan: 17 September 2025
