Desa Pejambuan, Kabupaten Banjar Kecamatan Sungai Tabuk, dalam Program “Posyandu dan Kelas Remaja sebagai Solusi Remaja Putri Patuh Konsumsi TTD di Desa Pejambuan” merupakan sebuah program dari kegiatan PBL (Pembelajaran Berbasis Lapangan) yang membuat intervensi dengan tujuan untuk meningkatkan kesehatan remaja putri melalui edukasi dan pemberian Tablet Tambah Darah (TTD) secara rutin. Program ini diinisiasi oleh tim dosen dan mahasiswa dari Program Studi Kesehatan Masyarakat Universitas Lambung Mangkurat Banjarbaru (ULM), dengan bimbingan Ibu Ayu Riana Sari, SKM., M.Kes.
Berdasarkan data kesehatan tahun 2018 di Kalimantan Selatan, 52,98% remaja putri mengalami anemia. Anemia pada remaja berpotensi menghambat pertumbuhan, daya pikir, dan aktivitas sehari-hari. Dalam program ini, Desa Pejambuan menjadi lokasi intervensi karena angka kepatuhan konsumsi TTD di desa tersebut hanya mencapai 51,72%, yang masih dianggap rendah.
Tujuan utama dari program ” Posyandu dan Kelas Remaja sebagai Solusi Remaja Putri Patuh Konsumsi TTD di Desa Pejambuan” adalah untuk meningkatkan kesadaran akan masalah kesehatan di kalangan remaja putri, khususnya dalam pencegahan dan penanganan anemia. Program ini menekankan pada edukasi dan distribusi TTD secara teratur, sekaligus membentuk kader remaja yang akan berperan sebagai advokat kesehatan di lingkungan mereka. Program ini tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan kepatuhan remaja putri dalam mengonsumsi TTD, tetapi juga untuk membekali mereka dengan pengetahuan dan keterampilan penting untuk mengelola kesehatan mereka secara mandiri. Selain itu, kolaborasi dengan kader kesehatan desa diharapkan dapat memperkuat pelaksanaan program di masa mendatang.
Pelaksanaan Program pada tanggal 12 Juli 2024, pelaksanaan kegiatan intervensi ini terdiri dari beberapa tahapan seperti: Penyuluhan Kelas REMATRI kepada 26 remaja putri dari Desa Pejambuan. Mereka diberikan pemahaman mengenai pentingnya pencegahan anemia dan peran gizi dalam menjaga kesehatan; Pemeriksaan Hb dan Pemberian TTD setiap peserta menjalani pemeriksaan kadar hemoglobin (Hb) yang normal ataupun yang anemia, dengan cek pemeriksaan ada beberapa remaja yang kadar Hemoglobinnya > 12mg/dl maka akan diberikan 1 strip TTD tersebut, serta untuk memantau kondisi anemia; Monitoring dan Evaluasi Tim pendamping melakukan pemantauan secara berkala untuk mengevaluasi hasil intervensi dan melakukan perbaikan jika diperlukan; Keberlanjutan Program dirancang untuk berkelanjutan dengan memberdayakan kader kesehatan remaja dan desa agar dapat melanjutkan program setelah tim pengabdian selesai.
Capaian hasil program REMATRI yaitu Terbentuknya Kelas Remaja Putri di Desa Pejambuan; Pembentukan Kader Remaja Putri untuk memantau cakupan TTD; Dokumentasi program melalui logbook dan video yang berisi laporan kegiatan serta perkembangan kesehatan remaja putri.
Dari kegiatan program intervensi tersebut dapat digambarkan bahwa adanya Keunggulan dan Keberlanjutan Program adalah kolaborasinya dengan pihak desa, sehingga memberikan peluang besar untuk pengembangan lebih lanjut dan juga dapat terus berlanjut dengan pemberdayaan kader remaja dan kader kesehatan desa sebagai agen edukasi kesehatan di masyarakat, serta memberikan solusi jangka panjang terhadap permasalahan anemia pada remaja putri di desa tersebut. Diharapkan, para remaja putri yang telah mengikuti program ini mampu tumbuh sehat, aktif, dan siap menghadapi tantangan masa depan.
