
Peserta Kegiatan Sosialisasi Program Magang Kampus Merdeka yang dilaksanakan pada hari Senin
Tanggal 13 Juni 2022 dan Penyerahan Sertifikat Oleh Prof. Dr. Hesty.,M.Si.,IPU.,ASEAN Eng
Banjarbaru – Program Studi Kesehatan Masyarakat pada Senin (13/6/2022) mengadakan kegiatan sosialisasi dan sharing session mengenai Merdeka Belajar Kampus Merdeka Program Magang dan Studi Independen Bersertifikat. Kegiatan ini dilaksanakan di Ruang Kuliah Besar IV lantai 3 gedung PSKM FK ULM yang menghadirkan narasumber yang sangat berpengalaman pada kancah magang dan studi independen, yaitu Prof. Dr. Hesty Heryani, M.Si., IPU., ASEAN Eng selaku PiC MSIB ULM. Selain itu terdapat salah satu alumnus Merdeka Belajar Kampus Merdeka Program Magang tahun lalu, yaitu Abdul Wahid, SKM., yang akan mengisi sesi sharing. Kegiatan ini dimoderatori oleh Hadrianti H. D. Lasari, SKM., MPH selaku PiC MBKM PSKM FK ULM.
Merdeka Belajar Kampus Merdeka Program Magang dan Studi Independen Bersertifikat adalah sebuah program magang yang dipercepat dan diakselerasikan dengan pengalaman belajar yang dirancang dengan baik. Adapun Studi Independen Bersertifikat Kampus Merdeka adalah sebuah pembelajaran pada kelas yang dirancang dan dibuat khusus berdasarkan tantangan nyata yang dihadapi oleh mitra/industri. Program ini menyediakan ruang bagi mahasiswa untuk mendapatkan pengalaman dalam mengetahui dunia profesi dan menciptakan tenaga kerja yang profesional. Mahasiswa yang hendak lulus disediakan tempat untuk memasuki dunia kariernya, dimana diberikan program pengembangan soft skill oleh pusat karier.
Magang dan Studi independen akan mengurangi kesenjangan ketersediaan SDM antara permintaan industri dengan lulusan dari perguruan tinggi. Harapannya mahasiswa ULM dapat memanfaatkan peluang ini dengan mengikuti serangkaian pendaftaran dari kegiatan Merdeka Belajar Kampus Merdeka Program Magang dan Studi Independen Bersertifikat. Benefit yang didapat tentu lebih dari apa yang mahasiswa ekpektasikan. Selain pengalaman, mahasiswa akan mendapatkan relasi pertemanan yang sangat supportif bahkan relasi tingkat internal. “Maka dari itu, ayo adek-adek mahasiswa ikuti program ini sebagai kesempatan kalian mengasah dan meningkatkan skill yang kalian miliki”, tutur Prof Hesty dalam pemaparan materinya.
Prof Hesty juga memaparkan secara mendetail tentang apa itu program Magang dan Studi Independen Bersertifikat, yaitu sebuah program yang merupakan bagian dari program Kampus Merdeka yang bertujuan untuk memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk belajar dan mengembangkan diri melalui aktivitas di luar kelas perkuliahan, namun tetap diakui sebagai bagian dari perkuliahan. Mahasiswa akan mendapatkan pengalaman kerja di industri/dunia profesi nyata selama 1-2 semester dengan pembelajaran langsung ditempat kerja mitra magang. Tentu saja berbeda dengan magang biasanya, program ini lebih berkualitas karena didampingi oleh mentor di lapangan, mentor tersebut betul-betul dedicated professional mentor yang sudah dipersiapkan perusahaan untuk mendampingi mahasiswa. Program ini diperuntukkan bagi mahasiswa yang ingin memperlengkapi dirinya dengan menguasai kompetensi spesifik dan praktis yang juga dicari oleh dunia usaha dan industri.
Abdul Wahid, pemuda yang baru saja mendapatkan gelar SKM nya ini juga turut menambahkan pemaparan pada sesi sharing. Wahid mengungkapkan bahwa selama dirinya mengikuti program Magang dan Studi Independen Bersertifikat banyak hal yang dirinya lakukan sewaktu magang, yaitu real project collaboration yang mana pekerjaan yang diemban berupa sebuah projek dimana mahasiswa dituntut harus berkolaborasi lintas Program Studi, lintas Fakultas, lintas Universitas, mengerjakan projek nyata di Instansi atau perusahaan. Projek yang dilaksanakan bukanlah projek yang dibuat-buat hanya untuk keperluan magang, akan tapi projek yang memang diembankan pada layaknya seorang karyawan.
Selain itu, Wahid juga berbagi pengalamannya selama proses seleksi hingga dinyatakan lolos program ini. “Proses seleksi yang dilakukan pada batch 1 itu sangat luar biasa ketat, euphoria program yang baru pertama kali diadakan itu luar biasa tinggi. Dengan pendaftar ratusan ribu seperti yang telah dipaparkan dan yang diterima hanya 12 ribu mahasiswa di seluruh Indonesia. Kalau ditempat saya magang, jumlah pendaftar yang tercatat itu sejumlah 1.060 pendaftar dan yang diambil hanya berjumlah 20 mahasiswa. Saya juga bisa bilang bahwasanya proses seleksi MSIB itu layaknya proses kita untuk daftar kerja. Jadi betul-betul dari awal mendaftar sampai akhir proses itu, banyak sekali hal-hal yang mirip dengan rekrutmen proses ketika kita mau apply di perusahaan sebagai karyawan tetap”, ujar Wahid saat salah satu peserta kegiatan menanyakan tentang proses seleksi.
“Kemudian, pada proses seleksi ini teman-teman berhak untuk apply di berbagai macam perusahaan, saya menyarankanyang as match as possible, yang memang related dengan background kita begitu, dikarenakan biasanya requirement atau kualifikasi dan lain sebagainya juga ada yang mengharuskan background program studinya juga, ini menurut saya keuntungan sekaligus tantangan bagi kita di kesehatan masyarakat apabila teman-teman berencana untuk apply magang. Bahwa persaingannya akan lebih sedikit di perusahaan yang memasukkan kualifikasi khusus kesehatan masyarakat dibandingkan perusahaan lain dengan kualifikasi yang cuma secara umum untuk semua mahasiswa. Namun ini tidak menjadi keharusan bahwa teman-teman apabila juga ingin mencoba apply di perusahaan lain yang menurut teman-teman menarik, yang penting saran saya tadi adalah as match as possible, karena di pihak MSIB pun tidak membatasi teman-teman mau apply ke berapapun perusahaan”, tutur Wahid sebagai penutup. (Rin/Dia).
Banjarbaru – Program Studi Kesehatan Masyarakat pada Senin (13/6/2022) mengadakan kegiatan sosialisasi dan sharing session mengenai Merdeka Belajar Kampus Merdeka Program Magang dan Studi Independen Bersertifikat. Kegiatan ini dilaksanakan di Ruang Kuliah Besar IV lantai 3 gedung PSKM FK ULM yang menghadirkan narasumber yang sangat berpengalaman pada kancah magang dan studi independen, yaitu Prof. Dr. Hesty Heryani, M.Si., IPU., ASEAN Eng selaku PiC MSIB ULM. Selain itu terdapat salah satu alumnus Merdeka Belajar Kampus Merdeka Program Magang tahun lalu, yaitu Abdul Wahid, SKM., yang akan mengisi sesi sharing. Kegiatan ini dimoderatori oleh Hadrianti H. D. Lasari, SKM., MPH selaku PiC MBKM PSKM FK ULM.
Merdeka Belajar Kampus Merdeka Program Magang dan Studi Independen Bersertifikat adalah sebuah program magang yang dipercepat dan diakselerasikan dengan pengalaman belajar yang dirancang dengan baik. Adapun Studi Independen Bersertifikat Kampus Merdeka adalah sebuah pembelajaran pada kelas yang dirancang dan dibuat khusus berdasarkan tantangan nyata yang dihadapi oleh mitra/industri. Program ini menyediakan ruang bagi mahasiswa untuk mendapatkan pengalaman dalam mengetahui dunia profesi dan menciptakan tenaga kerja yang profesional. Mahasiswa yang hendak lulus disediakan tempat untuk memasuki dunia kariernya, dimana diberikan program pengembangan soft skill oleh pusat karier.
Magang dan Studi independen akan mengurangi kesenjangan ketersediaan SDM antara permintaan industri dengan lulusan dari perguruan tinggi. Harapannya mahasiswa ULM dapat memanfaatkan peluang ini dengan mengikuti serangkaian pendaftaran dari kegiatan Merdeka Belajar Kampus Merdeka Program Magang dan Studi Independen Bersertifikat. Benefit yang didapat tentu lebih dari apa yang mahasiswa ekpektasikan. Selain pengalaman, mahasiswa akan mendapatkan relasi pertemanan yang sangat supportif bahkan relasi tingkat internal. “Maka dari itu, ayo adek-adek mahasiswa ikuti program ini sebagai kesempatan kalian mengasah dan meningkatkan skill yang kalian miliki”, tutur Prof Hesty dalam pemaparan materinya.
Prof Hesty juga memaparkan secara mendetail tentang apa itu program Magang dan Studi Independen Bersertifikat, yaitu sebuah program yang merupakan bagian dari program Kampus Merdeka yang bertujuan untuk memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk belajar dan mengembangkan diri melalui aktivitas di luar kelas perkuliahan, namun tetap diakui sebagai bagian dari perkuliahan. Mahasiswa akan mendapatkan pengalaman kerja di industri/dunia profesi nyata selama 1-2 semester dengan pembelajaran langsung ditempat kerja mitra magang. Tentu saja berbeda dengan magang biasanya, program ini lebih berkualitas karena didampingi oleh mentor di lapangan, mentor tersebut betul-betul dedicated professional mentor yang sudah dipersiapkan perusahaan untuk mendampingi mahasiswa. Program ini diperuntukkan bagi mahasiswa yang ingin memperlengkapi dirinya dengan menguasai kompetensi spesifik dan praktis yang juga dicari oleh dunia usaha dan industri.
Abdul Wahid, pemuda yang baru saja mendapatkan gelar SKM nya ini juga turut menambahkan pemaparan pada sesi sharing. Wahid mengungkapkan bahwa selama dirinya mengikuti program Magang dan Studi Independen Bersertifikat banyak hal yang dirinya lakukan sewaktu magang, yaitu real project collaboration yang mana pekerjaan yang diemban berupa sebuah projek dimana mahasiswa dituntut harus berkolaborasi lintas Program Studi, lintas Fakultas, lintas Universitas, mengerjakan projek nyata di Instansi atau perusahaan. Projek yang dilaksanakan bukanlah projek yang dibuat-buat hanya untuk keperluan magang, akan tapi projek yang memang diembankan pada layaknya seorang karyawan.
Selain itu, Wahid juga berbagi pengalamannya selama proses seleksi hingga dinyatakan lolos program ini. “Proses seleksi yang dilakukan pada batch 1 itu sangat luar biasa ketat, euphoria program yang baru pertama kali diadakan itu luar biasa tinggi. Dengan pendaftar ratusan ribu seperti yang telah dipaparkan dan yang diterima hanya 12 ribu mahasiswa di seluruh Indonesia. Kalau ditempat saya magang, jumlah pendaftar yang tercatat itu sejumlah 1.060 pendaftar dan yang diambil hanya berjumlah 20 mahasiswa. Saya juga bisa bilang bahwasanya proses seleksi MSIB itu layaknya proses kita untuk daftar kerja. Jadi betul-betul dari awal mendaftar sampai akhir proses itu, banyak sekali hal-hal yang mirip dengan rekrutmen proses ketika kita mau apply di perusahaan sebagai karyawan tetap”, ujar Wahid saat salah satu peserta kegiatan menanyakan tentang proses seleksi.
“Kemudian, pada proses seleksi ini teman-teman berhak untuk apply di berbagai macam perusahaan, saya menyarankanyang as match as possible, yang memang related dengan background kita begitu, dikarenakan biasanya requirement atau kualifikasi dan lain sebagainya juga ada yang mengharuskan background program studinya juga, ini menurut saya keuntungan sekaligus tantangan bagi kita di kesehatan masyarakat apabila teman-teman berencana untuk apply magang. Bahwa persaingannya akan lebih sedikit di perusahaan yang memasukkan kualifikasi khusus kesehatan masyarakat dibandingkan perusahaan lain dengan kualifikasi yang cuma secara umum untuk semua mahasiswa. Namun ini tidak menjadi keharusan bahwa teman-teman apabila juga ingin mencoba apply di perusahaan lain yang menurut teman-teman menarik, yang penting saran saya tadi adalah as match as possible, karena di pihak MSIB pun tidak membatasi teman-teman mau apply ke berapapun perusahaan”, tutur Wahid sebagai penutup. (Rin/Dia).
Nama Penulis : Mahrisya Rindu Wahyuni, Amd.KG
Program Studi : Program Studi Kesehatan Masyarakat Program Sarjana
Nama Editor : Noor Diani
