
Banjarbaru, 22 November 2024 – Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan “Optimalisasi Program Visiting Professor Sebagai Langkah Strategis Menunjang Tri Dharma Perguruan Tinggi”, Program Studi Kesehatan Masyarakat (PSKM), Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) Universitas Lambung Mangkurat (ULM), menggelar workshop persiapan akreditasi berbasis instrumen baru 8 Kriteria Kualitatif. Kegiatan ini berlangsung di Ruang Kuliah Besar (RKB) H. Adenan, Gedung PSKM, dan dihadiri oleh Wakil Dekan II dan III FKIK ULM, Unit Penjaminan Mutu Fakultas beserta tim, Koordinator Program Studi PSKM, dosen dan tenaga kependidikan pada hari Jumat, 22 November 2024. Narasumber workshop ini adalah Prof. Dr. Besral., SKM., MSc yang bertujuan untuk mempersiapkan seluruh elemen program studi menghadapi perubahan signifikan dalam instrumen akreditasi yang mulai diberlakukan pada 1 Januari 2025.
Workshop ini tidak hanya membahas perubahan format penilaian akreditasi, tetapi juga aspek-aspek penting yang harus dipenuhi setiap program studi. Beberapa poin strategis yang dibahas mencakup transformasi pendekatan akreditasi dari kuantitatif menjadi kualitatif, serta pentingnya program studi menyusun laporan evaluasi diri (LED) dengan data dukung yang kuat. Transformasi akreditasi ini memberikan peluang besar bagi program studi, termasuk yang belum memiliki lulusan, untuk meraih predikat unggul. Dalam Instrumen Akreditasi Kualitatif 8 Kriteria, penilaian lebih menitikberatkan pada upaya yang dilakukan program studi untuk mencapai visinya. Kriteria tersebut meliputi visi, misi, tujuan, dan strategi (VMTS); kurikulum; metode penilaian; layanan mahasiswa; sumber daya manusia; sarana prasarana; penjaminan mutu; serta tata kelola dan administrasi.
Selain itu, workshop ini juga menyoroti langkah-langkah akreditasi internasional, yang mencakup prosedur untuk memperoleh status terakreditasi penuh selama delapan tahun atau parsial selama lima tahun. Status ini memungkinkan program studi tidak lagi diwajibkan melakukan akreditasi nasional.
Dalam sesi diskusi, peserta aktif mengajukan pertanyaan terkait implementasi kriteria baru ini. Salah satu hal yang dibahas adalah prosedur pelaksanaan akreditasi unggul yang mencakup tahapan seperti pembimbingan penyusunan LED, asesmen kecukupan (AK), hingga asesmen lapangan (AL). Prodi PSKM juga diharuskan menyediakan fasilitas pendukung seperti konseling mahasiswa, layanan karir, serta dukungan terhadap penelitian dan pengabdian masyarakat.
Workshop ini menekankan pentingnya kolaborasi antar pihak dalam menyusun strategi jangka panjang, khususnya untuk mencapai visi unggul program studi yang sejalan dengan standar nasional dan internasional. Dengan pendampingan dari asesor yang kompeten, diharapkan PSKM mampu memaksimalkan hasil dari proses akreditasi dan dapat mempertahankan akreditasi unggul. Langkah strategis ini menjadi tonggak penting bagi PSKM FKIK ULM untuk terus memperkuat perannya dalam menghasilkan lulusan berkualitas yang mampu bersaing di tingkat global. Kegiatan ini ditutup dengan komitmen bersama untuk memanfaatkan instrumen baru sebagai pendorong inovasi dalam pendidikan kesehatan masyarakat.
