
Foto bersama Kelompok 19 PBL PSKM FKIK ULM Angkatan 2023 dengan warga, ibu-ibu PKK, serta Aparat Desa Mandiangin Barat
pada hari Selasa, 12 Agustus 2025
Kabupaten Banjar – 18/09/2025 Hipertensi atau tekanan darah tinggi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang banyak dialami masyarakat Indonesia. Penyakit ini tidak hanya menyerang kelompok lanjut usia, tetapi juga semakin rentan dialami oleh orang dewasa akibat pola hidup yang kurang sehat. Berdasarkan hasil Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023, prevalensi hipertensi pada penduduk usia ≥18 tahun mencapai 30,8%. Angka ini menunjukkan sedikit penurunan dibandingkan dengan hasil Riskesdas 2018 yang melaporkan prevalensi sebesar 34,1%, namun tetap menunjukkan hampir sepertiga orang dewasa di Indonesia hidup dengan tekanan darah tinggi. Kondisi ini tentu tidak bisa dianggap sepele karena hipertensi dikenal sebagai “silent killer” yang dapat memicu komplikasi seperti stroke, serangan jantung, hingga kematian.
Berdasarkan permasalahan tersebut, mahasiswa Program Studi Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Lambung Mangkurat (ULM) menghadirkan solusi sederhana namun bermanfaat. Tim Pengalaman Belajar Lapangan (PBL) Kelompok 19 melaksanakan intervensi kesehatan bertajuk “POTENSI: Pohon Obat Keluarga Atasi Hipertensi” di Desa Mandiangin Barat, Kecamatan Karang Intan, Kabupaten Banjar pada 12 Agustus 2025. Sasaran kegiatan ini adalah masyarakat yang memiliki riwayat hipertensi dan yang berisiko, Ibu-ibu PKK, dan kader Posbindu. Kelompok penyelenggara terdiri dari Fadilatun Nazwa, Fitriani, Revina Damayanti, dan Siti Iqmaliyah, dengan dosen pembimbing Nita Pujianti, S.Farm, Apt, MPH.
Sebelumnya, mahasiswa telah melakukan pengumpulan data kesehatan masyarakat pada Pengalaman Belajar Lapangan (PBL) I selama 27 hari pada pertengahan bulan Januari-Februari. Dari hasil pengumpulan data tersebut, hipertensi teridentifikasi sebagai salah satu masalah kesehatan utama dengan angka kejadian sebesar 11,68% di Desa Mandiangin Barat.

Penyampaian materi oleh Kelompok 19 PBL, Fitriani dan Fadillatun Nazwa
Dalam rangkaian kegiatan, tim menyampaikan edukasi kesehatan mengenai bahaya hipertensi, faktor risiko yang menyertainya, serta langkah-langkah pencegahan sederhana yang dapat dilakukan sehari-hari. Edukasi ini diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran masyarakat untuk lebih peduli terhadap kesehatan diri dan keluarganya.
Menariknya, kegiatan ini turut menghadirkan dosen pembimbing, Nita Pujianti, S.Farm., Apt., MPH, yang memang ahli di bidang farmasi. Beliau mempraktikkan secara langsung pembuatan jamu herbal penurun hipertensi dengan resep yang telah teruji klinis. Jamu tersebut diyakini tidak hanya membantu menurunkan tekanan darah, tetapi juga bermanfaat menjaga kesehatan jantung dan pembuluh darah. Demonstrasi ini disambut antusias oleh warga karena memberikan pengetahuan praktis yang bisa langsung dipraktikkan di rumah.
Dalam program ini, masyarakat Desa Mandiangin Barat menerima buku Sehatin yang memuat informasi tentang pola hidup sehat, pencegahan hipertensi, serta catatan cek kesehatan rutin, disertai pembagian bibit Tanaman Obat Keluarga (TOGA) berupa kumis kucing, bunga telang, dan seledri. Melalui buku dan bibit tersebut, warga didorong untuk memanfaatkan pekarangan rumah sebagai sumber tanaman herbal yang menyehatkan dan berpotensi diolah menjadi jamu penurun hipertensi. Langkah sederhana ini diharapkan menjadi upaya nyata dalam pencegahan dan penanganan awal masalah kesehatan, khususnya hipertensi..

Penyerahan kenang-kenangan dilakukan oleh Kelompok 19 PBL kepada Sekretaris Desa, Saililah
Melalui program ini, mahasiswa ULM berharap masyarakat Desa Mandiangin Barat semakin peduli terhadap kesehatan diri dan keluarga, khususnya dalam upaya mengendalikan tekanan darah. Tidak hanya itu, kegiatan ini juga memperkuat peran kader PKK dan Posbindu dalam mendampingi warga menjaga pola hidup sehat. Dengan memanfaatkan Tanaman Obat Keluarga (TOGA), masyarakat tidak hanya lebih mandiri, tetapi juga semakin dekat dengan solusi alami yang ramah lingkungan dan mudah dijangkau.
Hasil kegiatan terlihat dari adanya peningkatan pemahaman peserta melalui perbandingan hasil pre-test dan post-test, di mana skor pengetahuan masyarakat mengalami kenaikan setelah diberikan penyuluhan mengenai hipertensi. Selain itu, hasil monitoring dan evaluasi juga menunjukkan adanya perubahan positif, salah satunya meningkatnya antusiasme warga dalam menanam bibit Tanaman Obat Keluarga (TOGA) yang dibagikan, serta kesediaan mereka untuk rutin memantau tekanan darah menggunakan Buku SEHATIN yang telah diberikan. Hal ini menandakan adanya kesadaran baru di masyarakat untuk lebih peduli dalam mencegah dan mengendalikan hipertensi secara mandiri di lingkungan rumah tangga.
Penulis: Fadillatun Nazwa
Tanggal Penulisan: 18 September 2025
