
Banjarbaru – Dalam rangka memperkuat kapasitas mahasiswa dalam bidang kependudukan dan Generasi Berencana (GenRe), Program Studi Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Lambung Mangkurat menyelenggarakan Workshop Peran Mahasiswa Kesehatan Masyarakat dalam Penguatan Kapasitas dan Kinerja Kependudukan dan Generasi Berencana (GenRe). Kegiatan ini menjadi kontribusi nyata dalam mendukung upaya penguatan program GenRe serta peran strategis mahasiswa sebagai agen perubahan.
Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Sabtu, 27 September 2025 di Ruang Kuliah Besar (RKB) H. Adenan, dengan menghadirkan narasumber ahli di bidangnya, yaitu Farah Adiba, S.IP., M.Si. (Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Kalimantan Selatan) dan Muhammad Azmiyannor, SKM., M.Kes. Materi yang disampaikan mencakup pembangunan kependudukan menuju Indonesia Emas 2045 beserta strategi menghadapi tantangan utama seperti stunting, urbanisasi, hingga bonus demografi. Selain itu, dibahas pula peran Program GenRe dalam mencegah Triad KRR (pernikahan dini, seks pranikah, dan napza) serta isu remaja lainnya, termasuk kesehatan mental, perundungan, dan penyalahgunaan media sosial. Narasumber juga menekankan pentingnya peran mahasiswa kesehatan masyarakat dalam mendukung program GenRe, baik melalui edukasi, advokasi, penelitian, maupun pengembangan kegiatan positif bagi remaja.
Kegiatan workshop ini dibuka secara langsung oleh Dr. Fauzie Rahman, SKM., MPH., selaku Wakil Dekan III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan ULM. Dian Rosadi, SKM., MPH., selaku Koordinator Program Studi menjelaskan bahwa, “Workshop ini merupakan upaya untuk memperkuat kapasitas mahasiswa dalam memahami isu kependudukan dan Generasi Berencana (GenRe). Melalui kegiatan ini, diharapkan lahir mahasiswa yang berdampak, yaitu mahasiswa yang tidak hanya mempelajari teori di bangku kuliah, tetapi juga mampu menerapkannya secara nyata dengan terjun langsung dan memberi kontribusi positif bagi masyarakat. Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal yang baik untuk menumbuhkan peran aktif mahasiswa sebagai agen perubahan di bidang kesehatan masyarakat.”
Kegiatan ini diikuti oleh 150 peserta yang terdiri dari mahasiswa/i baru Angkatan 2025 dan dosen-dosen Program Studi Kesehatan Masyarakat. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk memperkuat kapasitas mahasiswa dalam memahami isu kependudukan dan kesehatan remaja melalui Program Generasi Berencana (GenRe). Dalam sesi workshop, narasumber menekankan agar hasil pembahasan tidak hanya berhenti pada forum, tetapi ditindaklanjuti melalui aksi nyata berupa edukasi sebaya, advokasi, serta pengembangan kegiatan positif di masyarakat. Oleh karena itu, workshop ini menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kompetensi mahasiswa, memperkuat jejaring mahasiswa serta menumbuhkan komitmen bersama dalam membangun generasi muda yang sehat, cerdas, dan berdaya saing menuju Indonesia Emas 2045.
