
Banjarbaru – Dalam rangka peningkatan kapasitas organisasi kemahasiswaan, Program Studi Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Lambung Mangkurat menyelenggarakan Workshop Program Peningkatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) dalam melakukan pendampingan desa binaan kepada mahasiswa/i Kesehatan Masyarakat. Kegiatan ini menjadi kontribusi dalam meningkatkan peluang subproposal untuk lolos pendanaan.
Kegiatan ini terlaksana secara hybrid di Ruang Kuliah Besar (RKB) H. Adenan dan melalui Zoom Meeting pada hari Sabtu, 13 September 2025, dengan menghadirkan narasumber ahli di bidangnya, yaitu Prof. Dr. Parmin, S.Pd., M.Pd. yang menyampaikan materi terkait tujuan Program Peningkatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan dengan merancang pembinaan desa yang berkelanjutan, membedah topik sesuai bidang keilmuan, menyusunan subproposal yang layak didanai, serta melakukan bedah subproposal tahun sebelumnya untuk perbaikan di tahun yang akan datang.
Dian Rosadi, SKM., MPH., selaku Koordinator Program Studi menjelaskan bahwa, “Kegiatan ini merupakan wujud nyata dari komitmen program studi terutama untuk mendukung penguatan kapasitas organisasi kemahasiswaan. Saya berharap melalui workshop ini, para pengurus organisasi kemahasiswaan memperoleh pengetahuan, keterampilan, serta jejaring yang lebih kuat, terutama untuk menjalankan program pendampingan yang terstuktur, berkelanjutan, dan berdampak nyata. Ini juga sejalan dengan visi Program Studi Kesehatan Masyarakat terutama dalam menghasilkan lulusan yang berkompeten, berdaya saing, dan mampu memberikan kontribusi positif terhadap kesehatan masyarakat di tingkat lokal maupun global.”
Sementara itu, Muhammad Irwan Setiawan, S.Gz., M.Gz., selaku Dosen Program Studi mengangkat pembahasan terkait adanya himbauan bahwa dosen pendamping dilarang ikut serta dalam kegiatan monitoring dan evaluasi (monev). Narasumber menjelaskan solusi yang dapat ditempuh dengan menyelenggarakan PKP internal yang diformat sesuai ketentuan Belmawa. “Dalam pelaksanaannya, dosen dan tim menjadi pihak yang dimonev, sedangkan pemonev diusulkan berasal dari unsur pimpinan bersama PiC yang didampingi mitra,” ujar Prof. Dr. Parmin, S.Pd., M.Pd.
Kegiatan ini diikuti oleh 150 mahasiswa/i Program Studi Kesehatan Masyarakat, baik dari angkatan 2023, angkatan 2024 maupun mahasiswa baru angkatan 2025. Selain itu, kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat kapasitas organisasi kemahasiswaan dalam merancang program pembinaan desa. Dalam kegiatan ini, narasumber memberikan saran agar hasil diskusi segera ditindaklanjuti dengan penyusunan subproposal. Oleh karena itu, workshop ini menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kompetensi mahasiswa, memperkuat sinergi antara dosen, mahasiswa, dan mitra, serta membangun komitmen bersama dalam mendukung pengembangan desa binaan
