
Foto bersama Kelompok 2 PBL PSKM FKIK ULM Angkatan 2023, dan Santri serta Pengurus
Pondok Pesantren Hidayatul Muta’alimin pada hari Selasa, 12 Agustus 2025
Kabupaten Banjar – 17/09/2025 Merokok masih menjadi masalah serius di kalangan remaja Indonesia. Data SKI 2023 mencatat sekitar 70 juta perokok aktif, dengan remaja usia 10–18 tahun menyumbang 7,4 persen dan terus meningkat. Kelompok usia 15–19 tahun menempati posisi tertinggi (56,5%), disusul usia 10–14 tahun (18,4%). Kondisi ini diperkuat oleh catatan KPAI 2022 yang menemukan 4.683 kasus kenakalan remaja terkait rokok, serta data BPS Kalimantan Selatan bahwa 21,89 persen remaja terlibat perilaku merokok. Meski pemerintah terus mengingatkan bahaya rokok, banyak masyarakat yang masih mengabaikannya.
Menyadari urgensi ini, mahasiswa/i Program Studi Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Lambung Mangkurat (ULM) melaksanakan kegiatan penyuluhan bertajuk “Generasi Keren Tanpa Asap Rokok” di Pondok Pesantren Hidayatul Muta’alimin, Desa Awang Bangkal Barat, Kecamatan Karang Intan, Kabupaten Banjar pada 12 Agustus 2025. Sasaran kegiatan penyuluhan ini adalah para santri dengan jumlah peserta sebanyak 48 orang, yang menjadi target utama dalam upaya peningkatan pengetahuan tentang bahaya merokok serta pencegahan perilaku merokok sejak dini.
Kegiatan ini merupakan bagian dari intervensi Pengalaman Belajar Lapangan (PBL) 2, yang dijalankan oleh mahasiswa ULM sebagai bentuk pengabdian masyarakat. Kelompok penyelenggara terdiri dari Alvian Aditya Seambaga, Alya Sagita Ramadhanti, dan Salma Nida Oktaria, dengan dosen pembimbing Restiana Kartika Mantasti Hapsari, S.SiT., M.Kes.

Pemateri disampaikan oleh Duta GenRe Favorit 2024, Muhammad Andrian Agusetiawan
Sebagai narasumber utama, penyuluhan menghadirkan Muhammad Andrian Agusetiawan, Duta GenRe Favorit 2024. Dalam pemaparannya, ia menjelaskan bahaya merokok, kandungan zat berbahaya di dalamnya, serta dampaknya bagi kesehatan tubuh maupun masa depan generasi muda. “Ketika kita merokok, sebenarnya kita sedang menghambat masa depan kita sendiri. Rokok bisa membuat kita sakit di kemudian hari dan akhirnya sulit meraih cita-cita yang kita impikan,” ujar Muhammad Andrian Agusetiawan, Duta GenRe Favorit 2024.
Tidak hanya penyampaian materi, kegiatan juga diselingi dengan simulasi bahaya asap rokok menggunakan botol dan kapas. Santri dapat melihat langsung perubahan warna kapas yang kecokelatan akibat asap rokok, menggambarkan kondisi paru-paru perokok. Visualisasi sederhana ini membuat peserta semakin memahami risiko kesehatan dari kebiasaan merokok.
Selain kegiatan edukasi, pihak pesantren juga menegaskan bahwa mereka memiliki kebijakan tegas melarang santri untuk merokok, baik di dalam lingkungan pesantren maupun di luar pesantren. Kebijakan ini sejalan dengan upaya menjaga lingkungan pesantren yang sehat, bersih, dan bebas dari asap rokok.

Penyerahan kenang-kenangan dilakukan oleh Kelompok 2 PBL kepada Kepala Sekolah, Muhammad Noor
Pihak pesantren menyampaikan apresiasi tinggi terhadap kegiatan ini. “Kami berharap santri semakin paham bahwa merokok bukan jalan menuju keren, justru merusak kesehatan dan masa depan. Dengan adanya poster edukasi ini, santri bisa lebih termotivasi menjaga tubuhnya,” ujar salah satu pengurus pesantren.
Melalui rangkaian edukasi, simulasi, senam, serta penguatan kebijakan bebas rokok, Pondok Pesantren Hidayatul Muta’alimin di Awang Bangkal Barat menegaskan komitmennya mencetak generasi muda yang tidak hanya kuat dalam ilmu agama, tetapi juga sehat, bebas rokok, dan siap menjadi teladan di tengah masyarakat.Hasil kegiatan dapat dilihat dari adanya peningkatan pemahaman peserta melalui perbandingan hasil pre-test dan post-test, di mana terjadi kenaikan skor setelah diberikan penyuluhan. Selain itu, hasil monitoring dan evaluasi juga menunjukkan adanya perubahan positif pada lingkungan sekitar kawasan Kawasan Tanpa Rokok (KTR), yang terlihat dari semakin meningkatnya kesadaran santri untuk menjaga area tetap bebas asap rokok.
Penulis: Alya Sagita Ramadhanti
Tanggal Penulisan: 17 September 2025
