
Foto bersama pada kegiatan Workshop Kerja Sama dan Kehumasan untuk Perkuat Branding Program Studi
Banjarbaru, 24 September 2025 – Program Studi Kesehatan Masyarakat (PSKM), Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Lambung Mangkurat (FKIK ULM) menyelenggarakan Workshop Kerja Sama dan Kehumasan dalam Rangka Branding Program Studi pada Rabu (24/9). Kegiatan yang berlangsung secara hybrid, di Ruang Rapat PSKM lantai 3 dan melalui Zoom Meeting ini, diikuti oleh sekitar 50 peserta yang terdiri dari dosen serta tenaga kependidikan.
Acara diawali dengan hangat oleh Koordinator Program Studi Kesehatan Masyarakat FKIK ULM, Dian Rosadi, SKM., MPH, yang dalam sambutannya menekankan pentingnya strategi komunikasi dan jejaring kerja sama untuk meningkatkan citra positif program studi di era persaingan global pendidikan tinggi. “Branding yang kuat bukan hanya soal popularitas, tetapi juga kepercayaan masyarakat terhadap kualitas akademik dan kontribusi nyata perguruan tinggi,” ungkapnya.
Dekan FKIK ULM, Prof. Dr. dr. Syamsul Arifin, M.Pd, FISPH, FISCM, turut memberikan arahan sekaligus membuka secara resmi kegiatan tersebut. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa kerja sama yang strategis, baik dengan instansi pemerintah, swasta, maupun lembaga internasional, akan memperkuat posisi PSKM ULM di kancah nasional hingga global.
Usai pembukaan, acara berlanjut dengan pemaparan materi utama oleh Prof. Dr. Sri Sumarmi, SKM., M.Si, Ketua Unit Kajian Kesehatan Masyarakat (UKAKES) Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga. Dalam sesi tunggalnya, Prof. Sri mengupas secara komprehensif mengenai Pengelolaan Kerja Sama Berbasis Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat.

Pemaparan materi utama oleh Prof. Dr. Sri Sumarmi, SKM., M.Si, Ketua Unit Kajian Kesehatan Masyarakat (UKAKES)
Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga
Beliau menekankan pentingnya pembentukan Research Group (RG) untuk memperkuat riset di perguruan tinggi serta mendorong lahirnya Pusat Unggulan IPTEK (PUI) sebagai sarana peningkatan kualitas dan daya saing penelitian. Prof. Sri juga memperkenalkan konsep kemitraan pentahelix yang melibatkan perguruan tinggi, pemerintah, sektor swasta, komunitas, dan media sebagai model kolaborasi yang menjamin keberlanjutan (sustainability) sekaligus perluasan dampak (scale up).
Pada aspek pengabdian masyarakat, Prof. Sri menyoroti program unggulan “Desa Emas” (Eliminasi Atasi Stunting) yang digagas Universitas Airlangga. Program ini merupakan bentuk intervensi hulu untuk percepatan penurunan stunting di tingkat desa dengan melibatkan mahasiswa lintas jenjang melalui kegiatan Kampus Merdeka seperti Kuliah Kerja Nyata (KKN) dan pembelajaran bersama masyarakat. Menurutnya, Desa Emas menjadi bukti nyata bagaimana perguruan tinggi dapat hadir langsung di tengah masyarakat, mendorong pemberdayaan, serta memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah dan mitra swasta.
Lebih jauh, Prof. Sri menegaskan bahwa prinsip kolaborasi yang sehat harus didasarkan pada komitmen, kepercayaan, sinergi, jejaring, dan pembagian anggaran (budget sharing). Prinsip-prinsip ini menjadi kunci agar kerja sama tidak hanya berjalan jangka pendek, tetapi juga memberikan manfaat berkelanjutan bagi semua pihak yang terlibat.
Diskusi interaktif yang menyusul setelah pemaparan memperlihatkan antusiasme peserta. Banyak pertanyaan muncul, mulai dari strategi membangun jejaring riset lintas institusi, hingga cara mengintegrasikan kegiatan pengabdian dengan strategi kehumasan untuk memperkuat branding program studi. Selain memperkaya wawasan peserta, workshop ini juga menghasilkan draft strategi kerja sama program studi berbasis penelitian dan pengabdian masyarakat. Dokumen tersebut diharapkan menjadi pijakan awal bagi PSKM FKIK ULM dalam merancang langkah strategis branding di masa mendatang.
Ketua Panitia, Misna Tazkiah, SKM., M.Kes, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya PSKM ULM untuk meningkatkan Indikator Kinerja Utama (IKU), khususnya dalam aspek kolaborasi penelitian dan pengabdian. “Kami berharap workshop ini tidak hanya menjadi ruang diskusi, tetapi juga melahirkan langkah nyata dalam meningkatkan daya saing program studi,” ujarnya.
Dengan terselenggaranya workshop ini, PSKM FKIK ULM menunjukkan keseriusannya dalam membangun reputasi akademik dan memperluas jejaring kemitraan. Lebih dari sekadar kegiatan seremonial, acara ini menjadi momentum penting untuk meneguhkan peran perguruan tinggi dalam menjawab tantangan global sekaligus memperkuat kontribusi nyata bagi masyarakat.
