
Foto bersama Kelompok 16 PBL PSKM FKIK ULM Angkatan 2023 dengan Mayarakat di Kantor Desa Awang Bangkal Timur
pada hari Selasa, 12 Agustus 2025
Kabupaten Banjar – 17/09/2025 Hipertensi masih menjadi masalah kesehatan yang serius bagi penduduk Indonesia. Berdasarkan data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) tahun 2023, prevalensi hipertensi menurut hasil pengukuran tekanan darah pada penduduk umur ≥18 tahun di Indonesia sebesar 30,8%. Di Kalimantan Selatan, data BPS menunjukkan bahwa 26,45 persen orang dewasa menderita hipertensi. bahkan, pada tahun pada tahun 2020 Kabupaten Banjar menduduki peringkat tertinggi kedua di Kalimantan Selatan. Meskipun pemerintah sudah sering mengingatkan tentang bahaya tekanan darah tinggi dan pentingnya pola hidup sehat, masih banyak masyarakat yang belum sadar dan jarang melakukan pemeriksaan rutin.
Menyadari urgensi ini, mahasiswa/i Program Studi Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Lambung Mangkurat (ULM) melaksanakan program intervensi bertajuk “SEHATI: Sehat, Aktif, dan Tensi Ideal” di Desa Awang Bangkal Timur, Kecamatan Karang Intan, Kabupaten Banjar pada bulan Agustus 2025. Sasaran kegiatan penyuluhan ini adalah masyarakat dengan jumlah peserta sebanyak 30 orang, yang menjadi target utama dalam program intervensi ini adalah peningkatan pengetahuan tentang hipertensi sehingga menimbulkan kesadaran serta perilaku pencegahan hipertensi bagi masyarakat sejak dini.
Kegiatan ini merupakan bagian dari intervensi Pengalaman Belajar Lapangan (PBL) 2, yang dijalankan oleh mahasiswa ULM sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat di Desa Awang Bangkal Timur. Kelompok penyelenggara terdiri dari Erland Ananditya Nurrahman, Azmithania Andini, Helmaria Shafarina, dan Najwa Lidina Haq dengan dosen pembimbing Ibu Laily Khairiyati, SKM., MPH.

Materi disampaikan oleh mahasiswa
Pada 12 Agustus 2025, kelompok 16 melakukan penyuluhan yang membahas mengenai hubungan langsung antara pola makan dan tekanan darah tinggi. Materi disampaikan secara singkat oleh mahasiswa. Kegiatan ini menekankan pentingnya mengurangi asupan garam dan menerapkan pola makan sehat sebagai upaya pengendalian tekanan darah tinggi pada masyarakat. Kegiatan ini bertujuan agar masyarakat memiliki pemahaman yang kuat untuk mengendalikan tekanan darah tinggi yang menjadi upaya pencegahan dan pengelolaan hipertensi secara mandiri.
Rangkaian kedua berupa pembagian bibit seledri kepada masyarakat yang disertai dengan demonstrasi langsung pembuatan rebusan seledri. Di mana pada kegiatan ini mahasiswa a menjelaskan tenta kandungan senyawa phthalide dan kalium dalam seledri yang terbukti mampu membantu melebarkan pembuluh darah serta mengatur keseimbangan cairan tubuh sehingga dapat membantu menurunkan tekanan darah. Peserta terlihat antusias dalam demonstrasi dan tertarik mencobanya secara langsung.
Rangkaian intervensi ditutup pada 15 Agustus 2025 dengan sesi senam hipertensi yang dihadiri puluhan warga. Senam ditujukan bagi penderita dan kelompok berisiko hipertensi yang mengombinasikan gerakan peregangan sederhana, ritme aerobik ringan, dan teknik relaksasi pernapasan. Senam dipimpin langsung oleh mahasiswa dan diikuti secara oleh warga yang didominasi oleh ibu-ibu.

Senam Bersama Masyarakat
Setelah dilakukannya serangkaian kegiatan intervensi, hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan warga yang telah diukur dengan menggunakan metode pre dan post-test, dimana terlihat adanya peningkatan nilai pada post-test setelah kegiatan penyuluhan dilakukan. Pada kegiatan pengenalan dan pembagian tanaman TOGA dan senam bersama juga berhasil menarik antusiasme masyarakat. Salah satu masyarakat mengungkapkan bahwa ia sangat tertarik mencobanya di rumah.
Penulis: Helmaria Shafarina
Tanggal Penulisan: 17 September 2025
