
Foto bersama Kelompok 10 PBL PSKM FKIK ULM Angkatan 2023, dan Ibu-Ibu Desa Mandiangin Barat
pada hari Senin, 11 Agustus 2025
Kabupaten Banjar – 17/09/2025 Masalah gizi underweight pada anak masih menjadi tantangan kesehatan di berbagai wilayah Indonesia, termasuk di pedesaan. Data Riskesdas 2018 menunjukkan prevalensi balita dengan gizi kurang (underweight) mencapai 17,7%, sehingga diperlukan intervensi melalui edukasi gizi dan praktik pengolahan makanan sehat berbasis pangan lokal.
Menyadari hal tersebut, mahasiswa Program Studi Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Lambung Mangkurat (ULM) melaksanakan kegiatan penyuluhan kesehatan bertajuk “Pakistar Fish (Pakis + Starfish for Healthy Growth)” di Desa Mandiangin Barat, Kecamatan Karang Intan, Kabupaten Banjar pada Senin, 11 Agustus 2025. Sasaran kegiatan ini adalah ibu-ibu sebanyak 30 peserta yang memiliki anak, sebagai garda terdepan dalam pencegahan masalah gizi.
Kegiatan ini merupakan bagian dari intervensi Pengalaman Belajar Lapangan (PBL) 2, yang dijalankan oleh mahasiswa ULM sebagai bentuk pengabdian masyarakat. Kelompok penyelenggara terdiri dari mahasiswa Kelompok 10, dengan dosen pembimbing Ibu Hadrianti H.D Lasari, SKM., MPH. Dalam sesi penyuluhan, tim mahasiswa menjelaskan tentang status gizi underweight, faktor penyebab, dampak jangka panjang, serta pentingnya asupan makanan bergizi seimbang untuk mendukung tumbuh kembang anak.

Demo Masak Pakistar Fish (Pakis + Starfish for Healthy Growth) Bersama Ibu-Ibu Desa Mandiangin Barat
Sebagai inovasi, kegiatan ini juga menghadirkan demo masak bergizi “Bola Haruan”, olahan berbahan dasar ikan haruan (ikan gabus) yang dipadukan dengan sayuran pakis. Menu ini dipilih karena mudah dibuat, sehat, dan menggunakan bahan pangan lokal yang kaya protein serta zat gizi penting untuk anak. Salah satu peserta menyampaikan antusiasmenya, “Kami jadi tahu kalau ikan haruan bisa dibuat jadi makanan yang enak untuk anak, bukan hanya dimasak biasa. Anak-anak pasti suka karena bentuknya bola-bola,” ujar Ibu Qomariah, salah satu warga Desa Mandiangin Barat.
Melalui kegiatan ini, diharapkan ibu-ibu lebih memahami pentingnya pemberian makanan bergizi pada anak serta mampu mempraktikkan inovasi olahan pangan lokal di rumah. Hasil kegiatan juga ditunjukkan dengan peningkatan pemahaman peserta berdasarkan hasil pre-test dan post-test yang dilakukan tim mahasiswa. Dengan adanya penyuluhan gizi dan demo masak ini, masyarakat Desa Mandiangin Barat semakin terdorong untuk mengoptimalkan pangan lokal sebagai solusi pencegahan underweight, sekaligus menciptakan lingkungan keluarga yang sehat dan mendukung tumbuh kembang anak.
Penulis: Muhammad Hefni Camali Al Gifari
Tanggal Penulisan: 17 September 2025
