
Gambar 1. Kegiatan penyuluhan tentang anemia Kelompok 6 PBL PSKM FKIK ULM Angkatan 2023
dan Remaja Putri Desa Mandiangin Barat serta ketua RT
Kabupaten Banjar – 10/08/2025 Kesehatan remaja masih menjadi perhatian serius di Indonesia, terutama pada remaja putri yang rentan mengalami anemia defisiensi besi. Data Riskesdas 2018 menunjukkan 52,98% remaja putri di Kalimantan Selatan mengalami anemia, dan 97,7% remaja putri mengonsumsi Tablet Tambah Darah (TTD) kurang dari dibawah anjuran yaitu 48 tablet per tahun. Rendahnya konsumsi tablet tambah darah ini berdampak pada menurunnya daya tahan tubuh, konsentrasi belajar, serta meningkatkan risiko komplikasi kehamilan seperti perdarahan dan bayi lahir dengan berat badan rendah. Jika tidak ada penanganan dapat memengaruhi kualitas generasi mendatang, sehingga pencegahan melalui edukasi, kepatuhan konsumsi TTD, dan pemanfaatan pangan lokal bergizi menjadi hal yang sangat penting.
Menyadari urgensi ini, mahasiswa/i Program Studi Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Lambung Mangkurat melaksanakan kegiatan penyuluhan bertajuk “SEHATI: Sehat dengan Camilan Tinggi Zat Besi, Solusi Lezat dan Bergizi untuk Remaja Bebas Anemia!” yang dilaksanakan di Balai Desa Mandiangin Barat, Kecamatan Karang Intan, Kabupaten Banjar pada 10 Agustus 2025. SEHATI merupakan kegiatan pengabdian masyarakat yang berfokus pada pencegahan anemia pada remaja putri melalui penyuluhan tentang pentingnya kesehatan dan zat besi, serta pelatihan pembuatan cookies berbahan dasar daun kelor sebagai camilan sehat kaya zat besi; dalam pelaksanaannya, program ini melibatkan aparat desa dan kader Posyandu Remaja sehingga tidak hanya meningkatkan pengetahuan remaja, tetapi juga memberdayakan masyarakat dalam menciptakan solusi kesehatan yang berkelanjutan. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan edukasi seputar anemia, pentingnya pencegahan sejak dini, serta meningkatkan kepatuhan konsumsi Tablet Tambah Darah (TTD) sebagai langkah nyata menjaga kesehatan remaja. Sasaran utama kegiatan adalah para remaja putri dengan jumlah peserta sebanyak 30 orang, yang tidak hanya diberikan materi tentang kesehatan tetapi juga dilibatkan dalam praktik langsung melalui kegiatan interaktif, sehingga mereka mendapatkan pengetahuan sekaligus pengalaman yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan sebelumnya yaitu Pengalaman Belajar Lapangan (PBL) 1 yang sudah dilaksanakan pada Januari 2025, yang dijalankan oleh mahasiswa ULM sebagai bentuk pengabdian masyarakat. Kelompok penyelenggara terdiri dari Muhammad Hapi, Shinta Dwi Lestari, dan Nadhira Suci Juniar, dengan dosen pembimbing Dian Rosadi, SKM., MPH.

Gambar 2. Pelatihan membuat cookies berbahan dasar daun kelor
Sebagai narasumber utama, Nadhira Suci Juniar menyampaikan materi tentang pentingnya pencegahan anemia pada remaja putri serta manfaat konsumsi Tablet Tambah Darah (TTD). Dalam pemaparan tersebut dijelaskan secara lebih mendalam mengenai dampak anemia, mulai dari menurunnya energi dan daya tahan tubuh, berkurangnya konsentrasi belajar, hingga risiko jangka panjang yang dapat memengaruhi kualitas hidup di masa depan. Penekanan khusus diberikan pada konsekuensi anemia terhadap ibu hamil yang berisiko mengalami komplikasi serius, serta kaitannya dengan kualitas generasi mendatang yang ditentukan oleh kesehatan remaja saat ini.
Tidak hanya berupa penyampaian materi, kegiatan penyuluhan ini juga dirancang interaktif melalui pelatihan membuat cookies berbahan dasar daun kelor karena mempunyai kaya zat besi, vitamin, dan antioksidan yang dapat membantu mencegah anemia serta menjaga daya tahan tubuh yang disampaikan oleh Shinta Dwi Lestari dalam pelatihan tersebut. Para remaja putri dilibatkan secara langsung dalam proses pembuatan camilan sehat tersebut, sehingga mereka tidak hanya memahami teori tetapi juga memiliki keterampilan praktis dalam mengolah bahan pangan lokal menjadi makanan bergizi.
Kegiatan semakin meriah dengan adanya kuis berhadiah yang menguji pemahaman peserta mengenai materi yang telah disampaikan, sekaligus memotivasi mereka untuk lebih aktif dan bersemangat. Melalui kombinasi edukasi, praktik, dan aktivitas interaktif ini, peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan baru, tetapi juga mendapatkan dorongan untuk menjaga kesehatan sejak dini. Harapannya, remaja putri Desa Mandiangin Barat mampu menjadi generasi yang lebih peduli terhadap kesehatan diri sekaligus menjadi agen perubahan bagi lingkungan sekitarnya.

Gambar 3. Penyerahan buku saku yang dilakukan oleh Kelompok 6 PBL kepada kader posyandu remaja
Kegiatan penyuluhan SEHATI berhasil dilaksanakan dengan melibatkan 30 remaja putri sebagai peserta utama yang menjadi sasaran prioritas program. Selain itu, hadir pula kader posyandu remaja (posrem) yang berperan penting sebagai pendamping sekaligus penerus program kesehatan di desa. Materi penyuluhan difokuskan pada pencegahan anemia melalui peningkatan kepatuhan konsumsi Tablet Tambah Darah (TTD) sesuai anjuran Kementerian Kesehatan, serta pengenalan camilan tinggi zat besi berbahan dasar kelor sebagai alternatif pangan lokal bergizi. Melalui kombinasi edukasi dan praktik ini, peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan baru, tetapi juga memahami bahwa menjaga kesehatan dapat dilakukan dengan cara sederhana yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Untuk memperkuat keberlanjutan program, kelompok penyelenggara juga menyerahkan buku saku kepada kader posrem yang berisi informasi lengkap seputar anemia, pentingnya konsumsi TTD, serta panduan praktis mengolah bahan pangan lokal menjadi camilan sehat. Buku saku tersebut diharapkan menjadi media edukasi yang dapat digunakan secara berkesinambungan, sehingga kader memiliki pedoman untuk terus melanjutkan penyuluhan dan pendampingan kepada remaja putri di Desa Mandiangin Barat. Dengan adanya keterlibatan aktif kader posrem, diharapkan pesan kesehatan yang telah ditanamkan tidak hanya berhenti pada saat kegiatan berlangsung, tetapi mampu berlanjut sebagai gerakan kolektif yang mendukung peningkatan status gizi remaja di desa.
Efektivitas kegiatan diukur melalui pre-test dan post-test yang diberikan kepada peserta. Hasilnya menunjukkan adanya peningkatan signifikan terhadap pengetahuan anemia setelah mengikuti penyuluhan, di mana rata-rata nilai pre-test sebesar 60% meningkat menjadi 90% pada post-test. Peningkatan ini membuktikan bahwa kegiatan SEHATI tidak hanya memberikan wawasan baru, tetapi juga berhasil membekali remaja putri dengan keterampilan praktis dalam menjaga kesehatan, khususnya pencegahan anemia. Dengan dukungan kader posyandu remaja serta adanya media buku saku yang dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan, diharapkan program ini mampu menjadi langkah awal dalam menciptakan remaja putri yang sehat, produktif, dan siap berkontribusi terhadap kualitas generasi mendatang.
Penulis: Muhammad Hapi
Tanggal Penulisan: 17 September 2025
